DETAIL KOLEKSI

Kajian penyisihan amoniak dan fosfat dari grey water pada lahan basah buatan dengan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides)


Oleh : Novita Rosiana Dewi

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Melati Ferianita Fachrul

Pembimbing 2 : Rositayanti Hadisoebroto

Subyek : Constructed wetland;Domestic wastewater

Kata Kunci : constructed wetland, akar wangi, domestic wastewater, ammonia, phosphate

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2021_TA_STL_082001500042_Halaman-Judul.pdf
2. 2021_TA_STL_082001500042_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2021_TA_STL_082001500042_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2021_TA_STL_082001500042_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2021_TA_STL_082001500042_Bab--3-_Metode-Penelitian.pdf
6. 2021_TA_STL_082001500042_Bab-4_Hasil-Dan-Pembahasan.pdf
7. 2021_TA_STL_082001500042_Bab-5-_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf
8. 2021_TA_STL_082001500042_Daftar-Pustaka.pdf
9. 2021_TA_STL_082001500042_Lampiran.pdf

P Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan jumlah grey water yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di Jalan Haji Shibi 3 RW 2 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pengolahan grey water grey water dengan lahan basah buatan sistem subsurface flow tipe aliran horisontal menggunakan tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) serta aerasi dalam menyisihkan konsentrasi pencemaran Amoniak dan Fosfat dan untuk menghitung nilai konstanta penyisihan massa (R), konstanta tingkat penyisihan area (kA), konstanta tingkat penyisihan volumetri (kV) dan kriteria desain untuk lahan basah buatan sistem subsurface flow tipe aliran horisontal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengambil sampel air pada bak inlet, bak aerasi dan bak outlet yang selanjutnya dianalisis di Laboratorium. Hasil analisis didapatkan konsentrasi Amoniak sebesar 2,91 mg/L sampai dengan 4,57 mg/L dan konsentrasi Fosfat sebesar 2,11 mg/L sampai dengan 3,76 mg/L. Rata-rata penyisihan Amoniak dan Fosfat adalah 0,201gr/m2/hari dan 0,248gr/m2/hari dengan nilai kA dan kV Amoniak sebesar 0,049 m/hari dan 0,082/hari sedangkan nilai kA dan kV Fosfat sebesar 0,103 m/hari dan 0,172/hari. Hasil pengolahan dengan lahan basah buatan dalam mengurangi konsentrasi fosfat masih belum efektif sehingga diperlukan lahan basah buatan seluas 22,2 m2 dengan waktu tinggal 1,9 hari untuk memenuhi baku mutu.

I Increasing population growth has led to an increase in the amount of domestic wastewater generated from household activities on Jalan Haji Shibi 3 RW 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta. The purpose of this study was to determine the effectiveness of grey water domestic wastewater treatment with artificial wetlands with a horizontal flow type subsurface flow system using Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) plants as well as aeration to set aside concentrations of ammonia and phosphate pollution and to calculate the value of the mass removal constant (R), constant area allowance (kA), constant volumetric removal rate (kV) and design criteria for constructed wetland subsurface flow system of horizontal flow type. The method used in this research is to take water samples in the inlet, aeration and outlet tanks which are then analyzed in the laboratory. The results showed that the Ammonia concentration was 2.91 mg/L to4.57 mg/L and the Phosphate concentration was 2.11 mg/L to 3.76 mg/L. The average ammonia and phosphate removal rates were 0.201gr/m2/day and 0.248gr/m2/day with kA and kV Ammonia values of 0.049 m/day and 0.082/day, while kA and kV phosphate values were 0.103 m/day and 0.172/day. The results of processing with constructed wetland in reducing phosphate concentrations are still ineffective, so a constructed wetland area of 22.2 m2 is needed with a residence time of 1.9 days to meet the quality standards

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?