DETAIL KOLEKSI


Cost Effectiveness Analysis Of Physical Activity For Primary Illness Prevention And Improved Quality Of Life Among Community-dwelling Elderly People


Oleh : Robert Gandasentana

Info Katalog

Nomor Panggil :

Subyek : Older people - health and hygiene - indonesia;quality of life - indonesia

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Adi Hidayat

Pembimbing 2 : Itjang D.Gunawan

Kata Kunci : cost-effectiveness, elderly, physical activity, quality of life.

Program Studi Pokok :


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_1.pdf 2709.2 (KB)
2. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_2.pdf 2744.2 (KB)
3. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_3.pdf 7947.71 (KB)
4. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_4.pdf 2715.16 (KB)
5. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_5.pdf 2234.56 (KB)
6. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_6.pdf 7481.7 (KB)
7. 2011_DIS_IE_Cost-effectiveness-analysis_7.pdf 4283.08 (KB)

T Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas biaya vity acti fisik untuk pencegahan penyakit primer dan meningkatkan kualitas hidup di antara kesatuan-comm tinggal orang tua, sehingga orang tua mungkin memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi. Subyek dalam penelitian ini adalah237 komunitas-tinggal orang tua orang, yang terdiri dari 86 laki-laki dan 151 perempuan usia 63,9 ± 2,6 tahun, yang direkrut dari satu kecamatan di Jakarta Selatan. Data dikumpulkan pada karakteristik latar belakang menggunakan kuesioner divalidasi pada kebiasaan aktivitas fisik dengan cara bentuk pendek dari Kuesioner Aktivitas Fisik Internasional (SF-IPAQ) dan kualitas hidup (QOL) dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Aktivitas fisik secara teratur dan semua (background) variabel demografi kecuali usia adalah prediktor signifikan QOL. Di antara prediktor QOL, analisis multivariat menunjukkan status perkawinan, status kognitif, status kesehatan! Dan aktivitas fisik sebagai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup. Untuk penilaian terhadap efektivitas biaya aktivitas fisik, subyek dibagi menjadi dua kelompok yang ditunjuk secara fisik aktif (n = 83) dan kurang aktif secara fisik (n = 154) berdasarkan tingkat aktivitas fisik. Biaya jasa kesehatan hipertensi pada tiga tingkat dari sistem perawatan kesehatan (puskesmas, dokter swasta, C / 0 rumah sakit tipe) diperkirakan dari literatur yang tersedia, untuk digunakan dalam analisis efektivitas biaya. Penghematan biaya bulanan untuk pasien hipertensi pada kelompok aktif secara fisik adalah 57,5% dari biaya bulanan layanan kesehatan bagi kelompok yang kurang aktif secara fisik pada tiga tingkat pelayanan kesehatan, yaitu Rp.27 600, Rp.92, 000., Dan Rp .31 7.400, respectivel y. Penghematan biaya tahunan yang sesuai adalah 57.II% dari biaya tahunan pelayanan kesehatan bagi kelompok yang kurang aktif secara fisik, menjadi Rp.355.780, Rp. l, 188.000 dan Rp.4, 098.600, masing-masing.

T The objective of the present study was to assess the cost-effectiveness of physical acti vity for primary illness prevention and improved quality of life among comm unity-dwelling elderly, such that the elderly might have a higher quality of life. The subjects in the present study were 237 community-dwelling elderly persons, consisting of 86 males and 151 females aged 63.9 ± 2.6 years, who were recruited from one subdistrict in South Jakarta. Data were collected on background characteristics using a validated questionnaire on habitual physical activity by means of the short form of the International Physical Activity Questionnaire (SF-IPAQ) and on quality of life (QOL) using the WHOQOL-BREF questionnaire. Regular physical activity and all demographic (background) variables except age were significant predictors of QOL. Among these predictors of QOL, multivariate analysis pointed out marital status, cognitive status, health status and physical activity as having a significant influence on QOL. For assessment of the cost effectiveness of physical activity, the subjects were divided into two groups designated as physically active (n = 83) and less physically active (n= 154) based on physical activity level. Health service costs of hypertension at three levels of the health care system (health center, private doctor, C/0 type hospital) was estimated from the available literature, for use in cost effectiveness analysis. The monthly cost savings for hypertension patients in the physically active group were 57.5% of the monthly cost of health services for the less physically active group at the three levels of health care, namely Rp.27,600, Rp.92.,000, and Rp.31 7,400, respectivel y. The corresponding annual cost savings were 57.II % of the annual cost of health services for the less physically active group, being Rp.355.780, Rp. l ,188,000 and Rp.4,098,600, respectively.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?