DETAIL KOLEKSI


Analisis Aksiologi Terhadap Hak Eksklusif Dalam Undang-undang Hak Cipta Untuk Melindungi Karya Folklor Batik Tradisional Surakarta Dan Kain Gringsing Karangasem Bali


Oleh : Simona Bustani,Rosdiana Saleh

Info Katalog

Pengarang Kedua : Rosdiana Saleh

Pengarang Ketiga :

Pengarang Keempat :

Pengarang Kelima :

Pengarang Keenam :

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Halaman :

Subyek : Intellectual property;Axiology

Kata Kunci : axiology analysis, exclusive rights, copyright law, protect works of folklore, folklor traditional b

Program Studi Pokok :


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_1.pdf 362.46 (KB)
2. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_2.pdf 409.13 (KB)
3. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_3.pdf 467.92 (KB)
4. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_4.pdf 428.69 (KB)
5. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_5.pdf 449.59 (KB)
6. 2010_LP_HK_Analisis-aksiologi-terhadap_6.pdf 370.19 (KB)

B Berdasarkan permasalahan yang dianalisis, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1). Menggambarkan analisis aksiologi terhadap terhadap penerapan UUHC 2002 dalam melindungi karya folklor batik tradisional Surakarta dan kain gringsing Karangasem Bali akibat adanya benturan nilai individual dalam hak eksklusif dengan nilai komunal masyarakat adat. 2). Menggambarkan upaya untuk mengantisipasi perbedaan nilai dalam meningkatkan efektivitas perlindungan hukum karya folklor batik tradisional Surakarta dan kain gringsing Kabupaten Karangasem Bali. Untuk membahas permasalahan ini, digunakan tipe penelitian hukum empiris, sifat penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung. Selanjutnya dianalisis secara kualitatif, menarik kesimpulan dengan logika induktif. Berdasarkan analisis aksiologi, maka terjadi dua sikap yang bertentangan dalam menerima nilai individual hak eksklusif hak cipta, yaitu pengrajin batik tradisional Surakarta menerima secara terbatas nilai individual hak eksklusif hak cipta dalam melindungi batik folklornya. Namun sikap pengrajin kain gringsing Karangasem Bali menolak nilai individual hak eksklusif hak cipta dalam melindungi folklornya. Penerimaan nilai individual menimbulkan dampak hilangnya makna folklor yang mengakibatkan kerugian bagi Indonesia. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya dengan membentuk peraturan khusus melindungi folklor dan perlu ditingkatkan kerjasama pemerintah dengan negara Asia lainnya untuk menentukan folklor common heritage serta memperjuangkan instrumen hukum internasional untuk melindungi folklor

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?