DETAIL KOLEKSI


Tinjauan Yuridis Terhadap Sistem Bagi Hasil Pada Bank Syariah Mandiri Berdasarkan Undang-undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah


Oleh : RR. Aline Gratika Nugrahani

Info Katalog

Pengarang Kedua :

Pengarang Ketiga :

Pengarang Keempat :

Pengarang Kelima :

Pengarang Keenam :

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Halaman :

Subyek : Profit sharing - BSM (Bank Syariah Mandiri)

Kata Kunci : syariah banking, sharing system, debtor, financial performance, profit sharing, islamic banking, Isl

Program Studi Pokok :


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_4.pdf 1106.33 (KB)
2. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_3.pdf 5340.28 (KB)
3. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_6.pdf 1357.59 (KB)
4. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_5.pdf 7264.43 (KB)
5. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_2.pdf 1146.1 (KB)
6. 2012_LP_HK_Tinjauan-Yuridis-Terhadap-Sistem_1.pdf 1840.1 (KB)

P Pada tanggal 17 Juni 2008, perbankan syariah memasuki babak baru dalam industri perbankan di Indonesia. Pada tanggal tersebut DPR secara resmi mengesahkan RUU Perbankan Syariah menjadi Undang­ Undang. Pengesahan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah tmerupakan salah t satu jawaban tatas t makin pesatnya pertumbuhan industri perbankan syariah di tanah air. Salah satu prinsip utama dalam perbankan syariah adalah prinsip bagi hasil yang memiliki perbedaan karakter cukup mendasar dengan bank • konvensional yang berdasarkan bunga hingga prinsip bagi hasil merupakantruh tdari ttperbankan tsyariah. tMeski tbegitu tdalam prakteknya komposisi pembiayaan syariah dengan prinsip bagi hasil ternyata masih jauh dari yang diharapkan, saat ini total komposisi pembiayaan mudharabah dan musyarakah di perbankan syariah ternyata tidak mencapai angka 40% sehingga tmasih kalah jika dibandingkan produk pembiayaan lain. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk meneliti dua hal : (1). Bagaimanakah Pengaturan sistim Perbankan Syariah ttmenurut UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah ? dan (2). Apakah tmekanisme sistim bagi hasil pada Bank Mandiri Syariah sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yuridis normatif, dengan sifat deskriptif, data penelitian bersumberkan pada data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif serta kesimpulan dilakukan dengan logika deduktif. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pembiayaan syariah dengan transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah merupakan salah satu bentuk pembiayaan dalam UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam sistem keuangan bagi hasil, tidak ada jaminan keuntungan dari usaha yang dibiayai sehingga kreditur pun harus menanggung kerugian debitur jika ia merugi. Meski transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah tidak merujuk langsung pada AI Quran dan Sunnah tetapi sebagai alternatif pembiayaan non ribawi bentuk kerjasama ini telah diterima Islam sebagai instrumen utama untuk mengembangkan jaringan perdagangan. Selanjutnya mekanisme sistem bagi hasil pada Bank Syariah Mandiri telah dilaksanakan sesuai dengan UU No. 21 tahun 2008.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?