DETAIL KOLEKSI

Produk kitosan dari eksoskeleton sitophylus oryzae dan rhinoceros beetle sebagai obat kumur antiseptik : tahun ke 3 dari rencana 5 tahun


Oleh : Komariah, Pipih Suptijah, Del Afriadi Bustami

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Subyek : Chitosan;Mouthwashes

Kata Kunci : nano chitosan, ionic gelation, antimicrobial, characterization


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_1.pdf 1690.08
2. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_2.pdf 819.81
3. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_3.pdf 3131.93
4. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_4.pdf 548.99
5. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_5.pdf 3175.06
6. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_6.pdf 1994.12
7. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_7.pdf 457.65
8. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_8.pdf 1189.02
9. 2014_LP_KG_Produk-kitosan-dari_9.pdf 3497.87

K Kitosan komersial saat ini terbatas pada hewan laut krustasea seperti udang dan rajungan, dengan menggali potensi biomaterial slam, kitosan dapat juga ditemukan pada eksoskeleton Sitophilus oryzae dan Rhinoceros Beetle (Xylotrupes Gideon) Sifat kitosan yang biokompatibel, biodegradable dan non-toksik, menyebabkan kitosan menjadi bahan yang ramah lingkungan. Kitosan memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur, dengan adanya modifikasi secara kimia untuk mendapatkan derajat deasetilasi yang tinggi, dan perubahan bentuk fisik menjadi partikel yang lebih kecil, memungkinkan kitosan dapat bekerja secara optimal dalam membunuh mikroorganisme baik bakteri maupun jamur. Bakteri flora normal mulut bisa masuk aliran darah melalui gigi yang berlubang atau karies gigi dan gusi yang berdarah sehingga terjadi bakterimia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan partikel kitosan terkecil yang memiliki stabilitas dan kemampuan sebagal antibakteri dan anti jamur untuk mikroorganisme dalam rongga mulut, dan menentukan karakteristik nanopartikel yang meliputi morfologi, efisiensi, dan ukuran nanopartikel, serta menganalisis karakterisasi partikel kitosan yang dilakukan dengan metode gelasi ionik rnenggunakan Fourier Transform InfraRed (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Dari hasil uji aktifitas nano kitosan dengan ukuran partikel antara 35 run - 10000 nm memiliki aktifitas yang tinggi pada konsentrasi 100 ppm

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?