DETAIL KOLEKSI


Analisis kualitas kemitraan antara dealer mobil dengan perusahaan otomotif di Jakarta


Oleh : Farida Jasfar

Info Katalog

Pengarang Kedua :

Pengarang Ketiga :

Pengarang Keempat :

Pengarang Kelima :

Pengarang Keenam :

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Halaman :

Subyek : Relationship marketing;Partnership;Customer relations

Kata Kunci : supplier fairness, service fairness, quality relationship

Program Studi Pokok :


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_1.pdf 17335.02 (KB)
2. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_2.pdf 17330.04 (KB)
3. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_3.pdf 17338.54 (KB)
4. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_4.pdf 17333.45 (KB)
5. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_5.pdf 17359.04 (KB)
6. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_6.pdf 17333.47 (KB)
7. 2000_LP_MJ_Analisis-Kualitas-Kemitraan_7.pdf 17357.14 (KB)

T Tujuan penelitian adalah : 1). Untuk mengetahui unsur pokok apa saja dari fairness dalam marketing relationship. 2). Untuk mengetahui level fairness mempengaruhi hubungan dalam marketing relationship, khususnya hubungan antara perusahaan otomotif dengan dealer mobil. 3). Untuk menguji signifikansi fairness sebagai unsur yang menentukan dalam kualitas hubungan. Disain penelitian pemasaran yang digunakan adalah penelitian konklusif yang kasual, sedangkan penarikan sampling dengan metoda probabilita acak sederhana. Untuk analisa data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisa statistik deskriptif, analisa korelasi, analisa regresi, uji mean dua sampel dan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil analisis mengenai kualitas hubungan antara perusahaan dealer mobil dan perusahaan otomotif menunjukan bahwa prosedural fairness dan distributif fairness secara signifikan adalah unsur pokok dari fairness yang penting dalam marketing relationship. Level fairness yang mempengaruhi kualitas hubungan dalam marketing relationship adalah prosedural fairness daripada distributif fairness. Akan tetapi unsur yang menentukan dalam kualitas relationship adalah alternatif outcome. Hal ini terjadi bila penerapan strategi penjualan masih dominan daripada strategi pemasaran. Kondisi yang berbeda bila strategi pemasaran (relationship) yang menjadi acuan, maka fairness menjadi variabel yang menentukan dalam kualitas hubungan. Untuk variabel lamanya kerja sama sudah tidak dapat dimasukan lagi baik sebagai variabel bebas, variabel moderat maupun variabel mediating dalam kualitas relationship

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?