DETAIL KOLEKSI

Kajian potensi gas metan dalam batubara (coalbed methane) di Indonesia


Oleh : Masagus A Azizi, Chairul Nas, Dewi [et.al] Syavitri

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Subyek : Coal;Gas;Mines and mineral resources

Kata Kunci : gases, methane gas, coal


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_LP_TB_Hibah-bersaing-perguruan.pdf 5249.63

T Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengidentifikasi sumberdaya dan cadangan CBM di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur Agar batubara di kedua daerah tersebut dapat di kembangkan secara ekonomis. Advanced Resources International Inc (ARI) memperkirakan bahwa endapan batubara di Indonesia berpotensi menghasilkan dan kaligus menyimpan CBM yang diperkirakan sebesar 450 TCF. Sumatra selatan dan Kalimantan Timur adalah dua daerah yang paling berpotensi yaitu secara berturut-turut sebesar 180 tcf dan 100 tcf. Namun potensi CBM pada kedua daerah ini beIum dikembangkan secara ekonomis, karena kepastian sumberdaya dan cadangan CBM masih belum teridentifikasi dengan baik, Untuk mengidentifikasi dan mendinisikan sumberdaya dan cadangan CBM pada lapisan-lapisan batubara di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur diperlukan suatu kajian mendasar tentang geoIogi, karakteristik batubara, keterdapatan dan kelakuan gas metana di dalam lapisan batubara, serta teknologi produksi CBM. Para meter kunci bagi penilaian prospek-prospek reservior CBM adalah sumber gasnya, cadangan dan daya kirimnya. Reservoir CBM adalah medium serap ganda (dualporosity media) di mana sebagian besar gas tersimpan dalam matrik batubara berdaya rembes rendah (primary porocity) melalui resapan. Akan tetapi, aliran sumur-sumur produksi terjadi melalui sistem patahan alami dari batubara tersebut (secondary porosity), yang menyimpan gas dalam jumlah relatif sedikit, karena matrik batubara praktis tidak punya data rembes. Oleh karena itu kandunagn-kandungan dalam matrik batubara berdampak paling besar terhadap perkiraan volume gas di tempatkan (gas inplace) dan pemulihan gas, sementara kandungan-kandungan sistem patahan alami mengendalikan daya kirim reservoir CBM. Hasil penelitian ini menunjukan kadar gas metan hasil perhitungan dari data kualitas batubara sebesar 638, scf/ton, luasan dari area potensi CBM sebesar 3181 Km², kedalam lokasin potensi CBM 300-1.300 meter. Ketebalan rata-rata dari semua lapisan pada formasi muara Enim yakni 45 meter,potensi gas metan (coal bed methane) dalam batubara pada cekungan Sumatra Selatan berdasrkan hasil perhitungan sebesar 130,88 x 1012scf/ton.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?