DETAIL KOLEKSI

Inovasi desain kriya tradisional industri rumahan kelom geulis di Tasikmalaya


Oleh : Udanarto, Eveline Ciptadewi, Krisnha Hutama

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Subyek : Industrial design

Kata Kunci : ethnic crafts, design innovation, competitiveness, accessibility


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_1.pdf 1805.84
2. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_2.pdf 5750.05
3. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_3.pdf 2045.34
4. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_4.pdf 591.18
5. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_5.pdf 9393.88
6. 2012_LP_DP_Inovasi-Desain-Kriya_6.pdf 452.37

P Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing kelom agar perajin mampu bertahan terhadap ancaman produk sejenis dan asing. Para pengrajin perlu ditingkatkan kemampuan kreativitasnya secara berkelanjutan untuk menghadapi pasar global. Penelitian dilakukan di desa Gobrasa dan Mangkubumi Tasikmalaya. Penelitian terhadap responden calon pemakai kelom di lakukan di Jakarta. Populasi penelitian adalah semua produk kelom dan calon pengguna kelom. Sampel penelitian terdiri dari beberapa model kelom yang berbeda dan ibu rumah tangga muda eksekutif, berpendidikan minimal SMA. Diperoleh hasil dan dapat disimpulkan bahwa kelom geulis merupakan hasil industri rumahan merupakan ikon kriya tradisional Tasikmalaya, tercermin pada ciri-ciri kelom yang tertuang pada unsur-unsur desain. Kelom tradisional ini telah diproduksi sejak jaman penjajahan Belanda. Dari uji publik semua unsur desain kelom geulis ternyata hasilnya telah memenuhi prinsip-prinsip standar desain yang mampu meningkatkan pemasaran, daya saing dalam pemasaran. Uji organik unity (wujud kelom keseluruhan sebagai kesatuan), unsur-unsur desain seperti ragam hias, komposisi warna, kenyamanan pakai, harga krelom desain baru memperlihatkan peningkatan daya saing dalam pemasaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan perajin. Peningkatan mutu desain dan kreativitas perajin hanya dapat dilakukan dengan memberikan pengajaran dan pelatihan dengan jalan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepekaan estetika. Untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya perlu dibuat buku ajar yang dapat berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan desain.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?