DETAIL KOLEKSI

Penelitian prioritas nasional masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011 - 2025 : perancangan integrasi sistem manajemen pengetahuan dan sistem pendukung keputusan berbasis Web pada rantai pasok beras DKI Jakarta : tahun ke 1 dari rencana 2 tahun


Oleh : Dadang Surjasa, Dedy Sugiarto, Binti Solihah, Nirdukita Ratnawati

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Halaman : 92 p.

Subyek : Management information systems;Business - Data processing.

Kata Kunci : economic growth, industrial


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_1.pdf 2845.92
2. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_2.pdf 990.36
3. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_3.pdf 2332.9
4. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_4.pdf 866.8
5. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_5.pdf 1816.67
6. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_6.pdf 4952.33
7. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_7.pdf 2807.38
8. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_8.pdf 1771.73
9. 2012_LP_TI_Perancangan-Integrasi-Sistem_9.pdf 7241.36

P Penelitian ini bertujuan untuk mengbasilkan model integrasi sistem manajemen pengetahuan dan sistem pendukung keputusan yang berbasis web pada rantai pasok beras di DKI Jakarta dengan mengambil kasus empat sentra produksi beras yang memasok beras ke DKI Jakarta. Sistem manajemen pengetahuan yang dibangun dengan basis web ditujukan untuk memfasilitasi proses manajemen pengetahuan seperti kreasi pengetahuan, representasi pengetahuan, berbagi pengetahuan dan utilisasi pengetahuan. Proses penelitian direncanakan berjalan dalam 2 tahun dengan tahun pertama lebih menitikberatkan pada tahap kreasi pengetahuan dan representasi pengetahuan dalam bentuk portal pengetaJman rantai pasok. . Tahapan penelitian untuk mencapai tujuan pada tahun pertama tersebut terdiri atas empat tahap yaitu analisis sistem rantai pasok, analisis kebutuhan sistem manajemen pengetahuan, perancangan sistem manajemen pengetahuan serta pengembangan dan pengujian aplikasi. Analisis sistem rantai pasok berupa identiflkasi struktur pelaku rantai pasok dari empat daerah produksi beras serta pengukuran kinezjanya. Kinerja yang diukur dari rantai pasok beras ini terdiri dari kinerja pada level pelaku rantai pasok dan kinerja pada level jaringan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ran1tai pasok beras ke DKI Jakarta memiliki struktur yang beragam baik yang melalui Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) maupun langsung kepada pengecer atau agen pemasaran di Jakarta untuk kemudian didistribusikan lagi kepada konsumen. Kasus yang lebih khusus terjadi pada rantai pasok dari Pasar Widasari lndramayu, dimana terdapat penggilingan skala besar yang khusus menampung beras setengah jadi yang belum diputihkan dari penggilingan skala kecil untuk kemudian diputihkan (polish) kembali agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Indikator kinerja level pelaku rantai pasok yang diukur berdasarkan rasio keuntungan atas biaya untuk tingkat petani pada beberapa wilayah penelitian memiliki nilai yang berbeda. Rasio tertinggi didapatkan untuk usaha tani konvensional . di wilayah Tukdana Indramayu yaitu sebesar. 2,73 sedangkan usaha tani organik di wilayah Ciparay Bandung memiliki nilai rasio 2,6. Namun demikian produktivitas l$an padi organik di Ciparay paling tinggi karena dapat menghasilkan 8 ton/ha sedangkan usaha tani konvensional paling tinggi sebesar 6 ton/ha. Pada level penggilingan padi didapatkan rasio keuntungan atas biaya tertinggi yaitu sebesar 0,20 untuk Cilamaya sedangkan terendah di Jamblang. Indikator level jaringan rantai pasok diukur berdasarkan nilai koeflsien keragaman pada pada indikator stabilitas pasokan dan stabilitas harga. Walaupun nilai ragam dari jumlah pasokan beras dari Bandung secara signiflkan lebih kecil dibandingkan dari Karawang dan Cirebon namun pada nilai koe:fisien keragaman tidak jauh berbeda. Hal iPi karena pasokan dari Karawa..llg dan Cirebon memiliki nilai rata-rata yangjauh lebih besar dibandingkan dari Bandung. Dalam rangka peningkatan kinerja tersebut dikembangkan aplikasi sistem manajemen pengetahuan berbasis Content Management System (CMS) yang terdiri atas 6 modul utama, yaitu modul pengelolaan artikel, modul pengelolaan peta pengetahuan, modul forum diskusi, modul simulasi harga beras, modul info harga beras dan pasokan, dan modul pengelolaan pengguna. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui www.pasarindukberascipinang.org, www.berascilamaya.org serta www.berasbandung.org

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?