DETAIL KOLEKSI

Efek ekstrak rimpang Curcuma xanthoriza Roxb. terhadap antioksidan, anti mutagenik dan karakter oral cancer: tahun ke 1 dari rencana 4 tahun


Oleh : Melanie Sadono Djamil, Rahmi Amtha, Agnes Sabaruddin, Ferry Sandra

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Halaman : 30 p.

Subyek : Herbal medicine;Curcuma xanthorrizha roxb.;Oral cancer

Kata Kunci : curcuma xanthorrizha Roxb., ginger, herbal medicine, phytochemical


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_1.pdf 2757.05
2. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_2.pdf 1565.75
3. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_3.pdf 2212.74
4. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_4.pdf 822.99
5. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_5.pdf 1550.68
6. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_6.pdf 1062.25
7. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_7.pdf 1928.6
8. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_8.pdf 1592.79
9. 2016_LP_KG_Efek-Ekstrak-Rimpang_9.pdf 18071.94

S Sudah begitu banyaknya tanaman herbal digunakan sebagai pengobatan penyakit-penyakit tertentu yang dianggap memiliki lebih banyak keuntungan dari mudahnya didapat hingga memiliki efek samping yang lebih minimal dibanding dengan obat berbahan dasar kimia. Tetapi, tidak sedikit masyarakat di Indonesia juga masih percaya pada pengobatan dengan menggunakan bahan kimia, Namun, pengunaanya masih perlu pengawasan ketat. Bahan alam yang sering lebih digunakan sebagai bumbu dalam kuliner Indonesia, ternyata memiliki efek terapetik yang cukup baik seperti temulawak (Curcuma xanthorrizha Roxb.). Temulawak merupakan bahan yang sangat strategis untuk dikembangkan mengingat banyaknya manfaat yang ditunjukkan oleh bahan aktif yang terdapat di temulawak, yaitu kurkuminoid. Temulawak merupakan salah satu bahan baku obat tradisional yang banyak tersebar di Indonesia dan telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Selain di Indonesia, saat ini temulawak juga dibudidayakan di sekitar Asia-Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Penelitian tahap-1 bertujuan mengetahui kandungan fitokimia, merupakan konfirmasi kandungan fitoskrining bahan yang berefek terapetik sebagai obat anti-cancer dengan minimal efek samping atau mampu meniadakan efek samping yang dapat terjadi. Keamanan bahan digunakan secara total, ataupun hasil ekstraksi menunjukkan tingkat keamanan serta biokompatibilitas tinggi.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?