DETAIL KOLEKSI

Pelatihan pengolahan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan biodiesel di Desa Tarik Kolot, Ciapus Bogor, Jawa Barat


Oleh : Reno Pratiwi, Wiwik Dahani, Maman Djumantara, Sisworini, Yusraida Khairani Dalimunte, Dina Asmaul Chusniyah

Info Katalog

Kata Kunci : saving, household, used cooking oil.

Subyek : Vegetable oils as fuel

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakart

Tahun Terbit : 2019

Halaman : 21 p.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_PKM_FTKE_Pelatihan-Pengolahan-Minyak-Jelantah_Halaman-judul.pdf 840.41
2. 2019_PKM_FTKE_Pelatihan-Pengolahan-Minyak_Lembar-Pengesahan.pdf 99.74
3. 2019_PKM_FTKE_Pelatihan-Pengolahan-Minyak-Jelantah_Bab-1_Pendahuluan.pdf 596.71
4. 2019_PKM_FTKE_Pelatihan-Pengolahan-Minyak-Jelantah_Bab-2_Pelaksanaan-PKM.pdf 795.64
5. 2019_PKM_FTKE_Pelatihan-Pengolahan-Minyak-Jelantah_Lampiran.pdf 1278.97

J Jenis makanan yang banyak di Indonesia, baik skala rumah tangga maupunindustri sebagian besar merupakan jenis yang melalui proses penggorengan. Sehinggaminyak goreng sebagai bahan baku proses menggoreng tentu penggunaannya cukupbesar di kalangan masyarakat Indonesia kebanyakan. Sebagai konsekuensinya, limbahkegiatan menggoreng ini yang berupa minyak jelantah akan terus diproduksi dalamjumlah yang besar setiap harinya. Berdasarkan data statistik yang diperoleh, untukwilayah Jakarta sebagai daerah terpadat di Indonesia, pada tahun 2014 tercatatmenghasilkan 6500 ton sampah perharinya. Sebanyak 54% dari jumlah tersebutdiketahui merupakan limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga,termasuk di dalamnya merupakan limbah minyak jelantah. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengurangi jumlah limbah berbahayabagi lingkungan, dalam hal ini minyak jelantah, sekaligus meningkatkan nilai ekonomiminyak jelantah, yang membuatnya memiliki nilai jual. Sehingga masyarakat tidakperlu merasa sayang lagi menyingkirkan dan mengolah minyak jelantah yangpenggunaannya secara terus menerus pada kegiatan mengolah makanan dapatmembahayakan kesehatan. Di sisi lain, hasil pengolahan yang berupa bahan bakaralternatif, juga dapat meringankan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan bahanbakar.

M Many types of food in Indonesia, both household and scalemost industries are types that go through the frying process. Permanentcooking oil as a raw material for frying, of course, its use is sufficientbig among the people of Indonesia. As a consequence, wasteThis frying activity containing used cooking oil will continue to be collecteda large amount each time. Based on the statistical data obtained, forThe Jakarta region as the most populous region in Indonesia, was handed over in 2014produces 6500 tons of waste per day. A total of 54% of this amountProduced from organic produced from household activities,including waste cooking oil waste. Therefore, steps are needed to reduce the amount of hazardous wastefor the environment, in this case used cooking oil, while increasing economic valueused cooking oil, which makes it has a sale value. Make society notnoteworthy unfortunately again discussed and processed cooking oilits continuous use in food processing activities canendanger health. On the other hand, the results of processing that contains fuelalternative, can also ease the community in meeting the needs of the materialburn it.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?