DETAIL KOLEKSI

Gambaran smoker’s melanosis pada mahasiswa Universitas Trisakti berdasarkan frekuensi merokok dan jenis rokok : kajian pada mahasiswa Universitas Trisakti


Oleh : Mariska Slametiani

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 MAR g

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Dr. drg. Dewi Priandini, Sp.PM.

Subyek : Smoke;Dental hygienists

Kata Kunci : smoker’s melanosis, smokers, cigarette, hyperpigmentation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KG_040001500109_Halaman-Judul.pdf 1292.99
2. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-1.pdf 654.84
3. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-2.pdf 1340.16
4. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-3.pdf 619.36
5. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-4.pdf 803.14
6. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-5.pdf 722.96
7. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-6.pdf 644.37
8. 2019_TA_KG_040001500109_Bab-7.pdf 635.73
9. 2019_TA_KG_040001500109_Daftar-Pustaka.pdf 653.44
10. 2019_TA_KG_040001500109_Lampiran.pdf 1938.98

L Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga sebagai negara dengan perokok terbanyak di dunia setelah China dan India serta negara dengan perokok terbanyak di Asia Tenggara. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat dampak negatif rokok yang menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Salah satu keadaan di dalam rongga mulut yang dijumpai pada perokok adalah hiperpigmentasi melanin atau smoker’smelanosis. Tujuan: untuk mengetahui gambaran smoker’s melanosis pada mahasiswa Universitas Trisakti berdasarkan frekuensi merokok dan jenis rokok. Metode : penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif pada 170 mahasiswa Universitas Trisakti pada bulan November 2018 – Januari 2019. Penelitian dilakukan dengan melihat rongga mulut mahasiswa yang memiliki kebiasaan merokok. Hasil : sebanyak 107 dari 170 subjek (63%) memiliki smoker’s melanosis yang terdiri dari103 subjek laki-laki (96%) dan 4 subjek perempuan (4%). Tempat predileksi smoker’smelanosis adalah gingiva rahang bawah (99%). Berdasarkan frekuensi merokok,kondisi smoker’s melanosis terbanyak ada pada perokok berat (78%). Berdasarkanjenis rokok, kondisi smoker’s melanosis lebih sering terjadi pada perokok denganjenis rokok kretek (69%). Berdasarkan durasi merokok, smoker’s melanosis lebihsering terjadi pada perokok yang telah merokok lebih dari 10 tahun (83%).Kesimpulan: smoker’s melanosis lebih banyak terjadi pada laki-laki, perokok berat,rokok dengan kadar nikotin yang tinggi, serta perokok dengan durasi merokok lebihdari 10 tahun.

I Introduction: Indonesia ranked number 3 in the world largest number of smokersafter China and India and also holds the title of largest number of smokers in Southeast Asia. This is apprehensive since the negative effect that cigarettes has doneaffecting people’s wellbeing, which include the health of teeth and mouth. One of thesituation found in oral cavity of a smoker is hyperpigmentation melanin or smoker’smelanosis. Purpose: To know the overview of smoker’s melanosis of TrisaktiUniversity’s student based on frequency of smoking and type of cigarette Method:Method: In this research, we used in this research is observational descriptive on 170Trisakti University’s student between Novemer 2018 – Januaryy 2019. This researchwas done by observing student’s oral cavity who has smoking habit. Result: As muchas 107 out of 170 sujects (63%) have smoker’s melanosis which consists of 103 malesubjects (96%) and 4 female subjects (4%). The occurrence of smoker’s melanosis isin mandibular gingiva (99%). Based on the frequency of smoking, smoker’smelanosis mostly occur on heavy smoker (78%). Based on the type of cigarette,smoker’s melanosis mostly occur on subject who smokes clove (69%). Based on theduration of smoking, smoker’s melanosis is most likely to occur on subject who hasbeen smoking for more than 10 years (83%). Conclusion: Smoker’s melanosis occurmostly on subject who is male, heavy smoker, cigarettes with high nicotine contentand smoker with the duration of smoking more than 10 years.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?