DETAIL KOLEKSI

Distribusi frekuensi faktor predisposisi pada penderita stomatitis aftosa rekuren : kajian pada bagian penyakit mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Periode 2005-2007 (laporan penelitian)


Oleh : Santy

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 SAN d

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : drg. Yetty Lisdianingsih

Subyek : Denstistry - Recurrent aphthous stomatitis;Denstistry - Predisposition factor

Kata Kunci : recurrent aphthous stomatitis, predisposition factor


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_KG_04006158_Halaman-Judul.pdf 3586.48
2. 2009_TA_KG_04006158_Bab-1.pdf 2079.2
3. 2009_TA_KG_04006158_Bab-2.pdf 6920.34
4. 2009_TA_KG_04006158_Bab-3.pdf 2162.82
5. 2009_TA_KG_04006158_Bab-4.pdf 2208.3
6. 2009_TA_KG_04006158_Bab-5.pdf 2922.78
7. 2009_TA_KG_04006158_Bab-6.pdf 1228.94
8. 2009_TA_KG_04006158_Daftar-Pustaka.pdf 1723.07
9. 2009_TA_KG_04006158_Lampiran.pdf 7440.51

S Stomatitis Aftosa Rekuren ( SAR ) atau cancer sore atau ulcerative stomatitis merupakan kelainan yang paling sering menimbulkan kerusakan mukosa mulut dan memiliki sifat rekuren, tidak menular, tidak berbentuk vesikel, dan merupakan salah satu kelainan sistem imun pada mukosa mulut. Etiologi SAR tidak diketahui dengan pasti. Faktor lokal dan sistemik seperti infeksi virus atau bakteri, alergi makanan, faktor genetik, dan penyakit sistemik. Faktor faktor tersebut merupakan faktor predisposisi SAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor predisposisi dan faktor predisposisi yang paling banyak menyebabkan terjadinya SAR pada penderita SAR RSGM Trisakti bagian penyakit mulut periode 2005-2007. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 17. Subjek terdiri dari 38 pria dan 162 wanita. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan 5 faktor predisposisi dengan persentase tertinggi adalah trauma (39,6%), makanan (30% ) , psikologis (20%), hormon (5,3%), tidak diketahuinya faktor predisposisi (4,8%) dan anemia (0,4%). Dengan mengetahui faktor-faktor predisposisi SAR, diharapkan dapat mengetahui cara mengurangi frekuensi terjadinya SAR.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?