DETAIL KOLEKSI

Perencanaan Sistem Penyaluran Air Buangan De Sub Wilayah Perencanaan Batu Ampar , Batam Sampai Dengan Tahun 2031


Oleh : Yucika Kalvari

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Winarni

Pembimbing 2 : Ariani Dwi Astuti

Subyek : Sanitation system;Management of the environment

Kata Kunci : Batu Ampar, off-site sanitation, water waste


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TL_08298046_Halaman-judul.pdf 3998.19
2. 2005_TA_TL_08298046_Bab-1.pdf 833.22
3. 2005_TA_TL_08298046_Bab-2.pdf 5369.09
4. 2005_TA_TL_08298046_Bab-3.pdf 9317.13
5. 2005_TA_TL_08298046_Bab-4.pdf 2053.28
6. 2005_TA_TL_08298046_Bab-5.pdf 2703.65
7. 2005_TA_TL_08298046_Bab-6.pdf 1424.04
8. 2005_TA_TL_08298046_Bab-7.pdf 4306.11
9. 2005_TA_TL_08298046_Bab-8.pdf 677.75
10. 2005_TA_TL_08298046_Bab-9.pdf 284.5
11. 2005_TA_TL_08298046_Daftar-pustaka.pdf 223.5
12. 2005_TA_TL_08298046_Lampiran.pdf 12171.93

B Batu Ampar adalah salah satu sub wilayah perencanaan di Pulau Batam yang merupakan pusat aktivitas masyarakat Kota Batam. Dalam perencanaannya, Batu Ampar ditetapkan sebagai wilayah yang diprioritaskan untuk memiliki sistem pengelolaan air buangan secara terpusat (off-site sanitation) berdasarkan adanya kawasan industri di wilayah Batu Ampar. Sistem penyaluran air buangan di Batu Ampar direncanakan sampai tahun 2031 dengan jumlah penduduk478.360 jiwa. Faktor hari maksimum 1,l:l3. Persentase air buangan didapatkan dari data perbandingan di dppo Karawaci sebesar 85 58%. Debit rata-rata air buangan akhir tahun perencanaan sebesar 3.6 Vdtk/1000 jiwa. Hasil perhitungan untuk alternatif I: debit puncak sebesar 1749, 15 l/dtk. panjang pipa induk 20.550 m, diameter pipa yang digunak n 650-2150mm, jumlah manhole 165 buah dan penlengkapan lain berupa 64 unit pompa dengan perkiraan biaya sebesar Rp106.071.225.500 atau Rp 5.070.463 per meter pipa . Pada Altematif II: debit puncak pada IPAL 1 adalah 1112 l/dtk dan IPAL 2 ada ah 637, 15 Udtk, panjang pipa 18.510 rn, diameter Ripa yang digunakan 550-180_0 mm,jumlah manhole 155 buah, ~I unit pompa dengan perkiraan biaya Rp 84.799.014.000 atau Rp4.508. 798 meter per pipa. Oleh karena itu Altematif II rnenjadi altematif terpilih, dengan pentahapan sebagai berikut :Tahap I (tahun 2006) membangun jaringan yang melayani blok pelayanan IPAb I, '[ahap JI (tahun 2028) membangun jaringan yang melayani blok pelayanan IPA:t 2. Diperlukan studi lanjut yaitu mempertimbangkan penggabungan daerah pelayanan IPAL 2 dengan daerah pelayanan dari sub wilayah perencanaan Iain untuk dialirkan ke IPAL 2 agar IPAL 2 berfungsi optimum.

B Batu Ampar is one of sub zone planning development of Batam Island. This area is the center of Batams people activity. Some alternatives of off-site sanitation system were priority developed for conveyance and treatment of industrial, commercial and domestic waste water produced in Batu ampar. These alternatives here developed based on the understanding of the industrial location existence in Batu Ampar. Period of waste water collection system in Batu Ampar are designed to year 2031, with the estimatien population for about 478.360 persons. Maximum days factor is l,43. The quantity of waste water is 85,58 % based on comparison data from Lippe Karawaci. Average flow of water waste at design period is 3.6 l/s/1000 persons. Estimation result for alternative I : peak flow is about 1749,15 l/s, the main pipe is 20.550 m long with diameter 650 -2150 mm, 165 manhole and other appurtenances which is 64 units of pump, estimate cost Rp 106.071.225.500 or Rp 5.070.463 per meter of pipe. Alternative II: peak flow for WWTP 1 is about 1112 l/s and WWTP 2 is about 637,15 l/s, the mail} pipe is 18.5 I 0 meter long with diameter 550-1800 mm, I 55 manholes, 41 units of pump, estimated cost Rp 84.792.014.000 or Rp 4.508.798 per meter of pipe. There for, the reeomrriended alternative is alternative II, with 2 phase of planning period. Phase I is (year 2006) for service area of WWTP. 1, phase II is for services area of WW'f P 2 Advance study is needed or considering joining the service area of WWTP 2 with another sub zone planning development in order to optimize WWTP 2 function.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?