DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium pengaruh PHPA dan XCD terhadap sifat fisik lumpur KCL-Polimer pada berbagai temperatur setelah hot roller


Oleh : Amar Rojeda

Info Katalog

Nomor Panggil : 1082/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Cahaya Rosyidan

Subyek : Oil well drilling

Kata Kunci : KCl-Polymer Mud, PHPA, XCD, standard specifications.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_07112021_Halaman-Judul.pdf 3714.68
2. 2019_TA_TM_07112021_Bab-1.pdf 894.23
3. 2019_TA_TM_07112021_Bab-2.pdf 2222.58
4. 2019_TA_TM_07112021_Bab-3.pdf 18048.13
5. 2019_TA_TM_07112021_Bab-4.pdf 1517.08
6. 2019_TA_TM_07112021_Bab-5.pdf 764.31
7. 2019_TA_TM_07112021_Daftar-Pustaka.pdf 710.06
8. 2019_TA_TM_07112021_Lampiran.pdf 1207.49

P Pada saat operasi pemboran minyak dan gas, syarat terpenting yang harus dilakukanadalah dengan melakukan pemboran mencapai kedalaman yang sudah ditentukandengan aman. Salah satu peran penting dalam keberhasilan melakukan prosespemboran adalah fluida pemboran. Menentukan komposisi dan memilih jenis lumpuryang akan di gunakan pada pemboran suatu formasi tertentu harus tepat, sehinggaakan menunjang angka keberhasilan dan kelancaan pada saat operasi pemboran danmenghindari masalah-masalah yang akan timbul saat pemboran. . Kesalahan dalammengontrol sifat fisik lumpur dapat menimbulkan sebuah masalah dan berakibatkerugian besar, sebagai contoh lumpur yang terlalu ringan dapat menyebabkantekanan hidrostatis lumpur dibawah tekanan formasi maka dapat mengakibatkanadanya “kick” dan jika tidak segera ditanggulangi akan terjadi “blow out”. Dalampenelitian kali akan menggunkan sistem Lumpur KCl-POLIMER merupakan lumpurnon disperse, dimana proses hidrasi dan dispersi dari formasi shale yang dibor harusdijaga atau dipertahankan semaksimal mungkin. Ada beberapa cara untuk mencapaihal ini, yang paling umum adalah dengan cara membatasi jumlah air yang bereaksidengan shale, dengan cara menyelimuti cutting yang dihasilkan oleh shale denganpolimer sesegera mungkin untuk mencegah reaksi lebih lanjut dengan air. Padapenelitian ini akan menganalisa penggunaan serta sifat - sifat fisik lumpur pemboranmenggunakan lumpur KCl- Polimer yang dilakukan di Laboratorium Pemboran danProduksi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti. Maksud dan tujuan dalam penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahuipengaruh kefektifitas dari bahan Polimer antara Polimer PHPA dan Polimer XCDdalam menganalisa permasalahan sifat fisik lumpur. Berdasarkan dari hasil penelitiankesimpulan yang didapat adalah, bahwa lumpur sistem KCl-polimer PHPA dapatmemenuhi sebagian besar dari standar spesifikasi dimana nilai sifat fisik dan rheologi.Sedangkan lumpur sistem KCl-Polimer XCD juga hampir sebagian besar memenuhdari standar spesifikasi. Dapat digaris bawahi bahwa sistem KCl-Polimer PHPA lebihunggul dalan nilai Yield Point di bandingkan lumpur KCl-Polimer XCD akan tetapiLumpur KCl-Polimer XCD unggul dalam pengaturan viskositas, Water Loss dan Mudcake.

D During oil and gas drilling operations, the main requirements that must be carried outwith a high level drilling are determined safely. One important role in the success ofthe drilling process is drilling fluid. Determining the composition and choosing thetype of sludge to be used for drilling in a particular formation must be precise, so thatit will support the success and smoothness during drilling operations and avoidproblems that will arise during drilling. . Errors in controlling the nature of sludge cancause problems and result in large losses, for example sludge that is too light cancause mud hydrostatic pressure under the pressure of formation so that it can cause"kick" and if not overcome it will "explode". In this research we will use the KCl-POLYMER Mud system as a non-dispersion sludge, where the process of hydrationand dispersion from the shale formation which is drilled must be maintained orrequested as much as possible. There are several ways to achieve this, the mostcommon of which is to calculate the amount of water that is approved with shale, bycovering the slices produced by shale with the polymer as soon as possible to correctfurther reactions with air. In this research, we will analyze the use of physicalproperties of drilling mud using KCl - Polymer sludge carried out at the TrisaktiUniversity Petroleum Engineering Drilling and Production Laboratory.The purpose and objective of this final project is to determine the effectiveness of thepolymer material between PHPA polymers and XCD polymers in analyzing the topicof mud properties. Based on the results of the research obtained, the KCl-polymer PHPA sludge system can meet most of the standard specifications where the value ofphysical and rheological properties. Whereas the KCl-Polymer XCD slurry system isalso almost mostly saturated from the specification standard. It can be underlined thatthe PHPA KCl-Polymer system is superior to the Yield Point value in the XCD KCl-Polymer mud but the XCD KCl-Polymer Mud is superior in the viscosity, water lossand mud cake settings.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?