DETAIL KOLEKSI

Evaluasi dan analisis jaringan pipa gas offshore lapangan ARD


Oleh : Fizar Lazuardi

Info Katalog

Nomor Panggil : 1086/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Djoko Sulistyanto

Pembimbing 2 : Ghanima Y.

Subyek : Reservoir

Kata Kunci : analysis, evaluation, choke, network, PIPESIM.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_071001400063_Halaman-Judul.pdf 2466
2. 2019_TA_TM_071001400063_Bab-1.pdf 56.94
3. 2019_TA_TM_071001400063_Bab-2.pdf 1164.39
4. 2019_TA_TM_071001400063_Bab-3.pdf 1260.84
5. 2019_TA_TM_071001400063_Bab-4.pdf 856.12
6. 2019_TA_TM_071001400063_Bab-5.pdf 95.36
7. 2019_TA_TM_071001400063_Daftar-Pustaka.pdf 89.52
8. 2019_TA_TM_071001400063_Lampiran.pdf 2067.78

L Lapangan ARD merupakan lapangan offshore yang terletak di wilayahKalimantan Timur. Pada lapangan ini digunakan sistem jaringan pipa berupasistem cluster, dimana beberapa sumur berkumpul menjadi satu jaringan kecil,yang kemudian akan bergabung dengan jaringan kecil lainnya dari cluster yangberbeda, dan bertemu di flowline utama menuju stasiun pengumpul. Sebanyak 10sumur bawah laut telah dikembangkan terdiri atas 4 cluster pada Lapangan ARDyang terhubung dengan jaringan pipa bawah laut ke fasilitas produksi apung atauFloating Production Unit (FPU). Hasil produksi yang mengalir adalah gas yangdimana akan dialirkan dari reservoir menuju FPU. Dari 10 sumur aktif tersebut,total produksi gas sekarang adalah sekitar 702 MMSCFD.Pada penelitian ini, dilakukan penggambaran skema jaringan pipapermukaan lapangan dengan menggunakan simulator PIPESIM untuk mendesainskema model yang menginterpretasikan kondisi existing. Berdasarkan hasilsimulasi yang dilakukan, skema jaringan lapangan dapat dimodelkan dengansimulator PIPESIM dengan laju alir produksi secara jaringan sebesar 698,70MMSCFD dengan persen kesalahan sebesar 1,38% yang dinyatakan sebagaibasecase. Kemudian dilakukan analisis terhadap beberapa skenario yangditerapkan pada Lapangan ARD. Pada skenario 1 dilakukan optimasi ukuran beansize choke pada semua sumur untuk mengetahui kapasitas maksimum laju alirproduksi yang dapat diraih Lapangan ARD. Dengan men-adjust ukuran chokesebesar 64/64 inci, secara jaringan mampu mengalirkan aliran produksi gassebesar 960,09 MMSCFD. Dari hasil simulasi skenario 1, terdapat pressure losspada junction Central Manifold pada flowline cluster 1 hingga 4 sebesar 0,07,0,06, 0,25, dan 0,56 psia berturut-turut. Pada skenario 2, disimulasi penurunansensitivitas tekanan reservoir untuk mengetahui dengan penurunan tekananreservoir yang terjadi, apakah masih dapat dipenuhi permintaan konsumen jikadiasumsikan permintaan sesuai dengan kondisi basecase. Penurunan tekananreservoir menyebabkan penurunan laju alir produksi sehingga pada skenario inidilakukan pengaturan parameter besaran ukuran bean size choke padasumur-sumur agar laju produksi dapat meningkat sehingga permintaan dapatterpenuhi. Dari simulasi yang dilakukan, penurunan tekanan reservoir sebesar25% tidak mampu mengalirkan laju alir produksi sesuai dengan permintaankonsumen sekalipun dengan pengaturan besaran choke open flow denganmemperoleh laju alir hanya sebesar 689,89 MMSCFD.

A ARD Field is an offshore field located in East Kalimantan. This field usesa network system consisting of a system cluster, where several wells connect onesmall network, which will then join other small networks from different clusters,and meet in the main flowline to the collecting station. A total of 10 submarinewells have been built 4 clusters in the ARD Field which are connected with subseapipelines to floating production facilities or Floating Production Units (FPU).Flowing production is gas which will be flowed from the reservoir to FPU. Of the10 active wells, the total gas production now is around 702 MMSCFD.In this study, drawing was carried out using a surface pipe network usingthe PIPESIM simulator to design a model that interpreted existing conditions.Based on the results of the simulations conducted, network publications can bemodeled with the PIPESIM simulator with a total network production flow rate of698.70 MMSCFD with an error percentage of 1.38% as the database. Then ananalysis of several scenarios was applied in the ARD Field. In scenario 1,optimization of the size of the choke nut size in all wells is carried out todetermine the maximum production flow capacity that can be achieved by ARDField. By adjusting the choke size by 64/64 inches, the network is capable offlowing gas production flow of 960.09 MMSCFD. From the simulation results ofscenario 1, there is a pressure loss at the Central Manifold intersection in cluster1 to 4 flowlines of 0.07, 0.06, 0.25, and 0.56 psia respectively. In scenario 2, thesimulation of decreasing reservoir pressure sensitivity to determine the decreasein reservoir pressure that occurs, is it possible to overcome customer demand if itis assumed on demand with the basecase. Decreasing reservoir pressure reducesthe production flow rate in this scenario by adjusting the size parameters of thesize of beans choked in wells so that increased production can be increased sothat it can be fulfilled. From the simulation, the reduction in reservoir pressure by25% is not able to allocate the production flow rate according to consumerdemand with the regulation of open flow choke flow with the acquisition of a flowrate of only 689.89 MMSCFD.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?