DETAIL KOLEKSI

Hubungan indeks massa tubuh dengan cedera ligamentum cruciatum anterior pada atlet


Oleh : Virna Nabilah Latuconsina

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1678

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Suriptiastuti

Subyek : Body mass index;Anterior cruciate ligament - Injuries

Kata Kunci : body mass index, anterior cruciate ligament injury, athletes


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_SKD_030001600154_Halaman-Judul.pdf 989.3
2. 2020_TA_SKD_030001600154_Pengesahan.pdf 706.31
3. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-1_Pendahuluan.pdf 611.64
4. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 885.56
5. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 769.85
6. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 897.98
7. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 718.66
8. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-6_Pembahasan.pdf 605.46
9. 2020_TA_SKD_030001600154_Bab-7_Kesimpulan.pdf 525.4
10. 2020_TA_SKD_030001600154_Daftar-Pustaka.pdf 616.01
11. 2020_TA_SKD_030001600154_Lampiran.pdf 2008.15

A Atlet selalu dihadapkan dengan kemungkinan terjadinya cedera. Cedera dapat terjadi apabila adanya gerakan berlebih yang dilakukan oleh tubuh, salah satu cedera yang paling sering terjadi adalah cedera Ligamentum Cruciatum Anterior (LCA). Dalam menunjang ketahanan fisiknya maka seorang atlet sangat membutuhkan nutrisi yang adekuat dengan tetap menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT) yang normal agar kejadian cedera olahraga pada atlet dapat diminimalisirkan. Tercatat bahwa angka kejadian cedera LCA masih cukup tinggi yaitu 63,5%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan cedera LCA pada atlet.METODEPenelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan cross sectional pada 90 atlet. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Indeks massa tubuh dinilai dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. Cedera LCA dinilai dengan pemeriksaan fisik yaitu Anterior Drawer Test, Lachman Test dan Pivot Shift Test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai p < 0,05.HASILSebagian besar responden (63,3%) memiliki IMT normal, (6,7%) memiliki IMT underweight dan (30%) memiliki IMT overweight. Sejumlah 20 responden atlet (22,2%) merupakan positif LCA dan 70 responden atlet (77,8%) merupakan negatif LCA. Uji chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna antara IMT dan cedera LCA (p = 0,012).KESIMPULANIMT mempengaruhi kejadian cedera LCA pada atlet.

A Athletes are always faced with the possibility of injury. Injury can occur if there is excessive movement made by the body, one of the most common injuries is the Anterior Cruciate Ligament (ACL). In supporting physical endurance, an athlete need adequate nutrition while maintaining a normal Body Mass Index (BMI) so, the incidence of sports injuries in athletes can be minimized. The incidence of ACL injuries in athletes was still quite high at 63.5% approximately. This study was conducted to determine the relationship between BMI and ACL injury that happen commonly in athletes.METHODThis research is a descriptive study with cross sectional design on 90 athletes. Samples were taken using cluster random sampling technique. Height and weight are the components to measure body mass index. ACL injuries were assessed by physical examination, namely the Anterior Drawer Test, the Lachman Test and the Pivot Shift Test. Data analysis was performed using Chi-Square test with the p value < 0.05.RESULTMost respondents (63.3%) had normal BMI, (6.7%) respondents had underweight BMI and (30%) respondents had overweight BMI. The total of 20 athlete respondents (22.2%) were ACL positive and the other 70 athlete respondents (77.8%) were ACL negative. Chi-square test showed a significant relationship between BMI and ACL injury (p = 0.012).CONCLUSIONBMI affects the incidence of ACL injury in athletes.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?