DETAIL KOLEKSI


Analisis Efisiensi Industri Semen Di Dunia Tahun 2006-2008


Oleh : Setya Walutati

Info Katalog

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Tulus TH Tambunan

Subyek : Industrial efficiency;industry;business;management

Kata Kunci : researches, data envelopment analysis, dea, cement industry, cement gresik, indocement tungga prakas


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2011_TA_IE_021070010_7.pdf 851.72 (KB)
2. 2011_TA_IE_021070010_6.pdf 815.74 (KB)
3. 2011_TA_IE_021070010_5.pdf 1150.04 (KB)
4. 2011_TA_IE_021070010_4.pdf 349.9 (KB)
5. 2011_TA_IE_021070010_3.pdf 330.17 (KB)
6. 2011_TA_IE_021070010_2.pdf 289.18 (KB)
7. 2011_TA_IE_021070010_1.pdf 568.4 (KB)

P Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi industri semen di Indonesia periode 2006-2008. Industri semen yang diteliti diambil tiga industry semen (PT Semen Gresik Tbk, PT Indocement Tungga Prakasa Tbk dan PT Holcim Indonesia Tbk). Variabel yang digunakan untuk variabel input yaitu total asset (Juta Rupiah) dan tenaga kerja (orang), sedangkan variabel output yaitu penjualan (Juta Rupiah). Alat analisis yang digunakan adalah dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Adapun hasilnya adalah rata-rata efisiensi 2006 sebesar 64,29 persen, 2007 sebesar 64,3 persen dan 2008 sebesar 94,83 persen. Adapun urutan dari perusahaan semen yang efisien adalah : PT Gresik. Tbk, dengan rata-rata efisiensi sebesar 100 persen; PT Indocement. Tbk, dengan rata-rata sebesar 68,60 persen; PT Holcim. Tbk, dengan rata-rata efisiensi sebesar 60,86 persen.

T This study aims to analyze the efficiency of the cement industry in Indonesia for the period 2006-2008. Cement industry under study taken three cement industry (PT Semen Gresik Tbk, PT Indocement Tungga Prakasa Tbk and PT Holcim Indonesia Tbk). Variables that are used for input variables are total assets (Million) and labor (people), while the output variable is sales (million rupees). The analysis tool used is the method of Data Envelopment Analysis (DEA). The result is an average efficiency of 64.29 percent in 2006, amounting to 64.3 percent in 2007 and 2008 was 94.83 percent. The sequence of efficient cement companies are: PT Gresik. Tbk, with an average efficiency of 100 percent, PT Indocement. Tbk, with an average of 68.60 percent, PT Holcim. Tbk, with an average efficiency of 60.86 percent.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?