DETAIL KOLEKSI

Analisis Efisiensi Industri Gula Di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (dea) Tahun 2001-2010


Oleh : Silvi Marta

Info Katalog

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Osni Erza

Subyek : Industry Economic

Kata Kunci : efficiency, dea, sugar company, total cane ground, area, milling capacity, production of sugar and m


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_021070030_Full.pdf 1429.13
2. 2012_TA_IE_021070030_1.pdf 262.67
3. 2012_TA_IE_021070030_2.pdf 255.02
4. 2012_TA_IE_021070030_3.pdf 299.11
5. 2012_TA_IE_021070030_4.pdf 302.67
6. 2012_TA_IE_021070030_5.pdf 397.17
7. 2012_TA_IE_021070030_6.pdf 240.63
8. 2012_TA_IE_021070030_7.pdf 269.57

P Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dari pabrik-pabrik industri gula di Indonesia. Pabrik-pabrik tersebut adalah PG Jatitujuh, PG Karangsuwung, PG Sindanglaut , PG Subang, PG Tersanabaru, PG Gondangbaru, PG Jatibarang, PG mojo , PG Pangka, PG Rendeng. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan sumber data berasal dari Dewan Gula Indonesia dengan tahun penelitian diambil dari tahun 2001 sampai 2010. Variable-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel input dan dua variabel output. Variable input terdiri dari jumlah tebu digiling, luas areal, kapasits giling, sedangkan variabel output terdiri dari produksi gula dan produksi tetes. Hasil pengolahan dengan menggunakan metode Data Envelopment Analisys (DEA) menunjukkan bahwa pada periode 2001-2010 hanya terdapat tiga pabrik yang secara berturut-turut konsisten dengan mempertahankan tingkat efisiensi 100% . Tiga pabrik tersebut adalah PG Jatitujuh, PG Sindanglaut dan PG Jatibarang. Sedangkan dua pabrik lainnya yaitu PG Gondangbaru dan PG Rendeng menunjukkan kinerja tingkat efisiensi yang menurun setiap tahunnya dengan angka di bawah 100%.

T This study aims to determine the efficiency of the sugar industry factories in Indonesia. These plants are PG Jatitujuh, PG Karangsuwung, PG Sindanglaut, PG Subang, PG Tersanabaru, PG Gondangbaru, PG Jatibarang, PG mojo, PG Pangka, PG Rendeng. Data used in this study is secondary data, the source data comes from the Indonesian Sugar Council with the years of the study was taken from 2001 to 2010. Variables used in this study consisted of three input variables and two output variables. Variable input consists of the cane milled, the total area, kapasits rollers, while the output variables consist of sugar production and production drops. The results of processing by using the Data Envelopment Analysis (DEA) in the period 2001-2010 shows that there are only three plants in a row is consistent with maintaining the efficiency of 100%. Three factories are PG Jatitujuh, PG Jatibarang and PG Sindanglaut. While the other two factories, namely PG Rendeng and PG Gondangbaru showed a decreased efficiency level of performance each year with numbers below 100%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?