DETAIL KOLEKSI


Evaluasi Hole Problem Lapisan Shale Pada Sumur Ss-1 & Ss-2 Lapangan X


Oleh : Yusuf Oktoviyanto

Info Katalog

Nomor Panggil : 1978/TP/2013

Pengarang Pertama : Yusuf Oktoviyanto

Subyek : Drilling;Sedimentary rock

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Widradjat Aboekasan

Pembimbing 2 :

Kata Kunci : shale, bit balling, tight hole, erosion/wash out, swelling clay, sloughing shale and pack off


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2013_TA_TM_07108172_7.pdf 719.34 (KB)
2. 2013_TA_TM_07108172_6.pdf 553.11 (KB)
3. 2013_TA_TM_07108172_5.pdf 1226.58 (KB)
4. 2013_TA_TM_07108172_4.pdf 1377.57 (KB)
5. 2013_TA_TM_07108172_3.pdf 1138.87 (KB)
6. 2013_TA_TM_07108172_2.pdf 450.63 (KB)
7. 2013_TA_TM_07108172_1.pdf 959.93 (KB)

P Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hole problem lapisan shale pada sumur SS-1 & SS-2 lapangan X. Shale adalah batuan sedimen yang terbentuk oleh deposisi dan kompaksi sedimen untuk jangka waktu yang lama. Ketidakstabilan shale menyebabkan masalah pemboran yang sukar diatasi, 75% pemboran yang telah dilakukan menembus lapisan shale dan 90% pemboran tersebut mengalami masalah yang diakibatkan oleh lapisan shale. Masalah-masalah pemboran yang diakibatkan oleh lapisan shale berupa bit balling, tight hole, erosion/wash out, swelling clay, sloughing shale, dan pack off. Evaluasi yang dilakukan sumur udang SS-1 dan SS-2 dengan mengamati analisa log dan mud propertis. Dari analisa log terlihat adanya penyempitan lubang, dari penyempitan lubang bor ini diamati mud propertis pada saat terjadinya masalah. Permasalahan yang terjadi pada pemboran sumur Udang SS-1 dan SS-2 disebabkan oleh lapisan shale yang mengembang atau swelling. Oleh karena itu, densitas dinaikkan untuk mengembalikan lubang bor ke kondisi awal dan dengan densitas dinaikan maka filtrat akan semakin banyak, oleh karena itu perlu ditambahkan filtration control.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?