DETAIL KOLEKSI

Studi Batuan Asal Menggunakan Analisis Mineral Berat Pada Formasi Cipacar Dan Bojong, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten


Oleh : Dionysius Septian Cahya Oliviano

Info Katalog

Nomor Panggil : 486/TG/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : M. Ali Jambak

Subyek : Lands, mineral;Lands with mineral deposits

Kata Kunci : heavy mineral analysis, sedimentary rocks, sediment deposits, provenans, formation, cipacar, bojong


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_GL_TA_07208017_7.pdf 6538.59
2. 2014_GL_TA_07208017_6.pdf 536.84
3. 2014_GL_TA_07208017_5.pdf 4933.31
4. 2014_GL_TA_07208017_4.pdf 1673.58
5. 2014_GL_TA_07208017_3.pdf 659.94
6. 2014_GL_TA_07208017_2.pdf 492.57
7. 2014_GL_TA_07208017_1.pdf 1064.17

A Analisa mineral berat adalah analisis mengenai kandungan mineral berat pada batuan sedimen. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui macam macam variasi mineral berat pada batuan sedimen untuk mengetahui batuan asal dari endapan sedimen tersebut. Penelitian ini mempelajari batuan asal dengan menggunakan metode mineral berat, dimana bertujuan menentukan batuan asal (provenans) pada Formasi Cipacar yang berumur pliosen akhir dan Formasi Bojong yang berumur plistosen awal di daerah Cimarga dan sekitarnya. Pada daerah penelitian terdapat 2 formasi yaitu, Formasi Cipacar mulai dari lokasi pengamatan 1 sampai lokasi pengamatan 8 yang berumur pilosen akhir dan Formasi Bojong mulai dari lokasi pengamatan 9 sampai lokasi pengamatan 11 yang berumur plistosen awal. Kedua formasi ini memiliki hubungan stratigrafi yang tidak selaras. Pengambilan sample dilakukan sebanyak 25 sample dari 11 lokasi pengamatan. Analisa mineral berat dilakukan dengan cara penghitungan mineral secara kuantitatif berdasarkan presentase kehadiran mineral pada tiap sample. Hasil Analisis mineral berat didapatkan variasi mineral berat sebagai berikut, magnetite, ilemenite, biotite, chromite, hornblende, dsb yang mencirikan batuan asal nya adalah batuan beku intermediate.

H Heavy mineral analysis is an analysis of the contents of heavy minerals in sedimentary rocks . This analysis is done to find out the variations of heavy minerals in sedimentary rocks to find out the origin of the sediment deposits . This research studied the rocks using heavy mineral method, which aims to determine the provenans on the formation Cipacar which have the end of Pliocene age end Bojong Formation which have early plistosen age in the Cimarga county and it is surrounding. In the study area there are two formations namely , formation Cipacar end of pilocene age start form observation site 1 to observation site 8 locations the ages of and formation Bojong early plistocene age start from observation site 9 to observation site 11 . The formation of these features that are inconsistent with the stratigraphic relationships . Sampling is done by 25 samples from 11 locations observational site. Heavy mineral analysis done by semi quantitative calculation of mineral presentation series based on the precentage of minerals in each sample . Heavy mineral analysis results obtained following heavy mineral variations , magnetite , ilemenite , biotite , chromite , hornblende , etc. that characterize his original rock is intermediate igneous rocks.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?