DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Peningkatan Produksi Pada Lapisan Limestone Setelah Dilakukan Sandfract Pada Sumur S-28


Oleh : Amelia

Info Katalog

Nomor Panggil : 2115/TP/2013

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Sisworini

Subyek : Reservoirs

Kata Kunci : hydraulic fracturing (sandfract), sandstone layer, limestone layers


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_TM_07109024_9.pdf 1148.4
2. 2013_TA_TM_07109024_8.pdf 428.49
3. 2013_TA_TM_07109024_7.pdf 300.92
4. 2013_TA_TM_07109024_6.pdf 4005.5
5. 2013_TA_TM_07109024_5.pdf 1798.32
6. 2013_TA_TM_07109024_4.pdf 2106.09
7. 2013_TA_TM_07109024_3.pdf 3667.81
8. 2013_TA_TM_07109024_2.pdf 276.12
9. 2013_TA_TM_07109024_1.pdf 790.23

H Hydraulic Fracturing (Sandfract) merupakan salah satu metode stimulasi reservoir yang sukses dan sudah terbukti pada lapisan batu pasir (sandstone) dengan tujuan untuk meningkatkan konduktivitas sumur. Tapi beda halnya dengan perekahan pada lapisan batu kapur (limestone), karakter dan kemampuan yang berbeda menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya. Pada umumnya, untuk lapisan limestone dilakukan acidizing treatment, tetapi pada beberapa sumur, dilakukan modifikasi stimulasi dengan sandfract. PT. Pertamina EP Region Sumatra mencoba untuk melakukan sandfract pada lapisan limestone di Lapangan S Sumatra Selatan, yang merupakan kegiatan baru dan pertama di Pertamina Indonesia. Sumur S-28 merupakan sumur penghasil minyak yang berasal dari lapisan limestone Formasi Baturaja (BRF) yang didalamnya didominasi oleh batuan karbonat. Formasi BRF pada sumur ini merupakan zona produksi minyak dengan permeabilitas kecil, dibawah 3 mD (hasil PBU Maret 2009, k = 0.488 mD,skin =0), porositas = 12.4% ,Sw = 26.4% dengan ketebalan lapisan yang cukup besar lebih dari 20 m. Pada awalnya sumur S-28 telah dicoba untuk diberi perlakuan stimulasi acidizing, akan tetapi karena hasil yang kurang signifikan (dilihat dari tidak adanya penurunan tekanan setelah diinjeksikan asam dengan laju alir tinggi) maka sumur ini dicoba untuk dilakukan hydraulic fracturing (sandfract). Jadi secara garis besar laju alir sumur S – 28 yang tadinya 38 bfpd dengan produksi minyak 4 bopd dan kadar air 90%, dengan estimasi Qmax dari IPR 110 bfpd, setelah sandfract menjadi 732 bfpd dengan produksi minyak 256 bopd dan kadar air 65% (peak-test tgl 16/10/2012).

H Hydraulic fracturing (Sandfract) is one method of reservoir stimulation and has been proven successful in the sandstone layer (sandstone) with the aim to improve the conductivity of the well. But unlike the case with cracking the layer of limestone (limestone), a different character and ability to be a major challenge in the implementation. In general, for a layer of limestone was acidizing treatment, but in some wells, stimulation with sandfract modification. PT. Pertamina EP Region Sumatra trying to do sandfract the limestone layers in S Square South Sumatra, which is a new activity and the first in the Pertamina Indonesia. S-28 wells are producing oil wells derived from limestone layers Balfour Formation (BRF) which also is dominated by carbonate rocks. BRF formation in this well is an oil producing zone with small permeability, under 3 mD (PBU results in March 2009, k = 0488 mD, skin = 0), porosity = 12.4%, Sw = 26.4% with a considerable thickness of more than 20 m. At first wells S-28 has been tested to be acidizing stimulation treatment, but because the results are less significant (in terms of the absence of a pressure drop after the acid is injected with high flow rate) then the well is trying to do hydraulic fracturing (sandfract). So the outline flow rate wells S - 28, which was 38 bfpd with 4 bopd oil production and water content of 90%, with an estimated 110 bfpd Qmax of IPR, after sandfract it become 732 bfpd with 256 bopd oil production and water content of 65% (peak -test date 10/16/2012).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?