DETAIL KOLEKSI


Reaktifasi Pumping Unit Untuk Sumur-sumur Minyak Low Influx


Oleh : Rizki Febrianti

Info Katalog

Kategori Koleksi (ComboBox) :

Nomor Panggil : 2082/TP/2013

Pengarang Pertama : Rizki Febrianti

Subyek : Production planning;Reservoirs

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Widartono Utoyo

Pembimbing 2 :

Kata Kunci : optimum production, production equipment, dimensions, strength (grade), the length of tools, type, A


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2013_TA_TM_07109206_7.pdf 1879.16 (KB)
2. 2013_TA_TM_07109206_6.pdf 389.21 (KB)
3. 2013_TA_TM_07109206_5.pdf 1735.49 (KB)
4. 2013_TA_TM_07109206_4.pdf 1853.37 (KB)
5. 2013_TA_TM_07109206_3.pdf 1152.09 (KB)
6. 2013_TA_TM_07109206_2.pdf 301.07 (KB)
7. 2013_TA_TM_07109206_1.pdf 517.61 (KB)

D Dalam perencanaan produksi, produksi optimum sumur selalu merupakan sasaran, sehingga peralatan produksi direncanakan dengan baik, dalam hal dimensi, kekuatan (grade), jumlah/panjang, macam alat maupun spesifikasi lainnya. Faktor yang mendasari tercapainya kondisi optimum adalah cadangan, ulah aliran fluida untuk dapat diproduksi, interaksi antara parameter reservoir yang berproduksi dengan kondisi atau parameter produksi di permukaan (Psep, Pwh). Reaktifasi pumping unit adalah suatu metode produksi dengan menggunakan pengangkatan buatan yang sudah pernah dipakai sebelumnya tetapi diganti oleh pompa lain dikarenakan satu dan lain hal. Pada sumur ASDJ-Y dan ASD-X dilakukan reaktifasi pumping unit karena laju alir pada sumur sudah sangat rendah. Pada pelaksanaan reaktifasi pumping unit, pumping unit yang digunakan sama, yaitu Lufkin C-640D-365-168. Nilai pump displacement sumur ASD-X sudah dibawah Qmax, akan tetapi masih dievaluasi untuk mencari nilai PD yang lebih mendekati nilai Qmax. Sedangkan untuk nilai pump displacement ASDJ-Y ini masih diatas Qmax, maka itu harus dievaluasi karena pompa sering mati secara tiba-tiba. Biaya-biaya yang dihabiskan untuk perbaikan peralatan, untuk sucker rod pump lebih murah dibandingkan electrical submergible pump. Karena dari segi peralatan, harga peralatan ESP lebih mahal dibandingkan SRP lalu dari segi perbaikan, untuk ESP harus membayar pihak yang dapat memperbaiki ESP, sedangkan SRP dapat diperbaiki sendiri di warehouse.

I In a production planning, optimum production is always a target. So based on this target, production equipment can be well planned within in terms of dimensions, strength (grade), the length of tools, type, or other specifications. To achieve an optimum production depends on some factors which is the behavior of fluid flow, reserves, interaction between the parameters of produced reservoir with production conditions or parameters on the surface (Psep, Pwh). Pumping units reactivation is a production method by using the pump that already we used before but replaced by another pump due to one thing or another. On the ASDJ-Y well and ASD-X well, we do reactivation pumping unit because the flow rate on each of these wells is already very low. On the implementation of pumping units reactivation, used pumping units on the well ASD-X and ASDJ-Y is exactly the same, type C-640D-Lufkin 365-168. Value of displacement pump well ASD-X already under maximum flow rate, but we still need to evaluated pump displacement value which is closer to the value of maximum flow rate. As for the value of well ASDJ-Y displacement pump is still higher than maximum flow rate, then it should be evaluated because the pump often die suddenly. The costs spent for equipment repair for sucker rod pump cheaper than electrical submergible pump. Because in terms of equipment, the ESP prices are more expensive than SRP. Then in terms of repairs, we must pay people from an outside company who can fix ESP, while SRP can be repaired by our engineer in the warehouse.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?