DETAIL KOLEKSI


Evaluasi Penanganan Shale Problem Di Sumur X Dan Sumur Y Pada Lapangan Sp Trayek 12 1/4 Inch


Oleh : Mohammad Utama Setiawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 2099/TP/2013

Pengarang Pertama : Mohammad Utama Setiawan

Subyek : Drilling

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 :

Kata Kunci : layers limestone, shale, siltstone, balling, tight hole, erosion/wash out, swelling clay, sloughing


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2013_TA_TM_07108111_8.pdf 491.53 (KB)
2. 2013_TA_TM_07108111_7.pdf 529.61 (KB)
3. 2013_TA_TM_07108111_6.pdf 299.21 (KB)
4. 2013_TA_TM_07108111_5.pdf 661.03 (KB)
5. 2013_TA_TM_07108111_4.pdf 709.25 (KB)
6. 2013_TA_TM_07108111_3.pdf 588.72 (KB)
7. 2013_TA_TM_07108111_2.pdf 474.02 (KB)
8. 2013_TA_TM_07108111_1.pdf 1607.56 (KB)

S Shale adalah batuan sedimen yang terbentuk oleh deposisi dan kompaksi sedimen untuk jangka waktu yang lama. Ketidakstabilan shale menybabkan masalah pemboran yang sukar diatasi, 75% pemboran yang telah dilakukan menembus lapisan shale dan 90% pemboran tersebut mengalami masalah yang mengakibatkan oleh lapisan shale. Masalah – masalah pemboran yang diakibatkan oleh bit bailing, erosion / wash out, swelling clay, sloughing shale, dan pack off. Lapangan SP merupakan lapangan onshore penghasil minyak yang terletak di sebelah Barat Laut kota Jatibarang, Indramayu, propinsi Jawa Barat. PT. Pertamina EP berencana mengoptimalkan Lapangan SP dengan menambah sumur baru dan menjadikan sumur – sumur sebelumnya sebagai refensi. Sumur X dan sumur Y adalah sumur pengembangan dari lapangan SP. Ketika pemboran melewati lapisan Cibulakan trayek 12 ¼” terjadi overpull yang besar, diduga karena adanya lapisan shale yang runtuh dan menyebabkan pahat bor tidak dapat berputar ataupun di cabut. Evaluasi yang dilakukan di sumur X dan sumur Y dengan mengamati mud properties dan grafik parameter trayek 12 ¼ inch. Permasalahan yang terjadi pada pemboran sumur X dan sumur Y berada di lapisan limestone, shale, dan siltstone. Dikarenakan formasi yang runtuh dan juga mengembang. Oleh karena itu, densitas KCl-Polymer dinaikan ditambah dengan soltex agar formasi menjadi kokoh.

S Shale is a sedimentary rock that formed by the deposition and compaction of sedimentary of a long periods of time. Shale instability causes drilling problems which are difficult to solve, 75% of drilling has been done through the layer of shale and 90% shale problem happened. Drilling problems caused by shale, such as bit balling, tight hole, erosion/wash out, swelling clay, sloughing shale and pack of. SP field is an onshore field that producing oil, located in Northwest city Jatibarang, Indramayu, West Java province. PT. Pertamina EP plans to optimize the SP field by adding new wells and make a previously wells as a reference. Well X and Well Y are a development well from SP field. When the drilling through a Cibulakan layer trajectory 12 ¼” occur a highly overpull, is because of the shale layers that collapse and cause the drill chisel can not spin or revoked. Evaluation of well X and well Y problem with observing mud properties and parameter trajectory chart 12 ¼ inch . Problems that occurred in the well drilling well X and well Y are in layers limestone, shale, and siltstone. Due to the formation of the collapse and also expands. Therefore, the increased density of KCl-Polymer formation coupled with soltex order to be sturdy.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?