DETAIL KOLEKSI


Evaluasi Kinerja Surfactant X Berbahan Dasar Minyak Kelapa Sawit (cpo) Dalam Injeksi Kimia Di Pt Pertamina Utc


Oleh : Andhika Hakiki

Info Katalog

Nomor Panggil : 2146/TP/2013

Subyek : Secondary Recovery Of Oil

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Sugiatmo Kasmungin

Pembimbing 2 :

Kata Kunci : performance evaluation, performance of surfactant X, palm oil (CPO), chemical injection, PT Pertamin


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2013_TA_TM_07109028_2.pdf 915.84 (KB)
2. 2013_TA_TM_07109028_3.pdf 16919.69 (KB)
3. 2013_TA_TM_07109028_6.pdf 6067.22 (KB)
4. 2013_TA_TM_07109028_7.pdf 1485.92 (KB)
5. 2013_TA_TM_07109028_1a.pdf 5357.77 (KB)
6. 2013_TA_TM_07109028_4.pdf 1732.07 (KB)
7. 2013_TA_TM_07109028_5.pdf 13566.35 (KB)

E Enhanced Oil recovery merupakan salah satu alternative yang bisa dil akukan untuk menaikan produksi rninyak bumi di Indonesia, salah satu metode EOR adalah lnjeksi Kimia dengan menggunakan senyawa kimia Alkaline, Polimer dan Surfaktan. Pembuatan surfaktan dari kelapa sawit dibuat melalui fTaksinasi asam trigliserida dari rninyak kelapa sawit kemudian mereaksikan dengan alkohol sehingga menghasilkan produk Metil Ester, proses ini disebut Transesterifikasi. Kemudian proses selanjutnya adalah sulfonasi dengan menggunakan S03. Kemudian proses terakhir adalah netralisasi maka surfaktan berbahan dasar minyak kelapa sawit pun berhasil dibuat atau dengan nama lain Metil Ester Sulfonat. Berdasarkan hasil uji l aboratorium alkalin yang digunakan adalah alkalin 3 dengan konsentrasi 0.1 % kemudian dari 3 jenis polimer , polimer P3 terpilih karena harga viskositasnya, yang stabil di kisaran 12 - 15 cp dengan konsentrasi 1000 ppm. Dari beberapa rangkaian pengujian surfal1:an, yaitu uji salinitas, uji kompabilitas, uji filtrasi, uji adsorpsi, uji IFT dan uji ketahanan panas, surfal1:an berbahan dasar rninyak kelapa sawit pun telah memenuhi syarat yang di ajukan SKK MIGAS. Dari hasil core.flooding di dapat perolehan minyak akibat injeksi kimia yaitu 14.52 %. Simulasi reservoir dilal--ukan untuk mencari pendekatan nilai miscibility function, dimana pendekatan, dimana pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kedua. Kemudian dari hasil pendekatan jumlah surfaktan yang di injeksikan, batas maksimum injeksi surfaktan berdasarkan simulasi di batuan ini adalah berkisar 1 - 1.5 PV

E Enhanced Oil Recovery is one of alternative that can be used method to increase oil production in Indonesia. One of EOR method is chemical injection by using the chemical compound, such as Alkaline, Polymer and Surfactant. Making of palm oil based on surfactant through acid fractionation trigliserid from Crude Palm Oil then reacting with alcohol to produce Methyl Ester, this process was called Tranesterifikasi. Then the next process is sulfonation with using S03 and the final process is neutralization and then the surfactant based on crude palm oil has made successfully and also known as Metyhl Ester Sulfonat. Based on laboratory test alkaline that can be used is alkaline 3 with concentration 0.1%. And then fom1 three types of polymer, polymer P3 was choosen because stable of viscosity value at 12-15 cp with 1000 ppm concentration of polymer. Based on several laboratory test of surfactant i.e : Salinity Test, Compability Test, Filtration Test, Adsorption Test, 1FT test and Thermal Stability, Surfactan based on CPO has been fulfilled the qualifications which is proposed by SKK MIGAS. The result of coreflooding shows the increasing of oil recovery due to chemical injection about 14.52%. Reservoir Simulation has been done to find approach of miscibility function value, where second approach is what being used. Then, from the approach result of injected surfactant amount, the maximum limit of simulation-based injected surfactant in this core is ranged between 1-1.5 PV

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?