DETAIL KOLEKSI

Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Sewa Guna Usaha (leasing) Pesawat Udara A330-202 Antara Pt. Metro Batavia Dengan International Lease Finance Corporation


Oleh : Larasati Rizkiah

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Komang Sukaarsana

Subyek : Leases, Law

Kata Kunci : leasing, international lease finance corporation, default, innominat


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_HK_01010176_4.pdf 363.4
2. 2014_TA_HK_01010176_3.pdf 415.09
3. 2014_TA_HK_01010176_2.pdf 334.78
4. 2014_TA_HK_01010176_1.pdf 2671.81
5. 2014_TA_HK_01010176_8.pdf 38943.6
6. 2014_TA_HK_01010176_7.pdf 224.28
7. 2014_TA_HK_01010176_6.pdf 435.14
8. 2014_TA_HK_01010176_5.pdf 300.88

P PT. Metro Batavia adalah suatu perusahaan maskapai penerbangan yang memerlukan pesawat udara untuk meningkatan usahanya dalam rangka penyediaan angkutan udara, maka dibuatlah perjanjian sewa guna usaha (leasing) pesawat udara dengan International Lease Finance Corporation, sebuah perusahaan Leasing atau Sewa Guna Usaha yang memberikan sewa atas Pesawat Udara A330-202 kepada PT. Metro Batavia. Pokok permasalahan yang dibahas adalah apakah perjanjian sewa guna usaha (leasing) yang dibuat antara PT. Mero Batavia dengan Internatinal Lease Finance Corporation termasuk perjanjian nominat atau perjanjian innominat?; apakah yang menyebabkan timbulnya wanprestasi dan bagaimanakah penyelesaian dari wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian sewa guna usaha (leasing) pesawat udara A330-202 antara PT. Metro Batavia dengan International Lease Finance Corporation berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku? Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, sepenuhnya bersumber pada data sekunder dan menggunakan metode analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perjanjian yang dibuat antara PT. Metro Batavia dengan International Lease Finance Corporation adalah perjanjian innominat; PT. Metro Batavia tidak memenuhi kewajiban sebagaimana yang disepakati dalam perjanjian dengan International Lease Finance Corporation, maka PT. Metro Batavia telah wanprestasi karena tidak membayar biaya sewa, biaya cadangan, dan bunga; Penyelesaian wanprestasi melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dimana International Lease Finance Corporation mengajukan permohonan pailit terhadap PT. Metro Batavia.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?