DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Bottom Hole Assembly Terhadap Lintasan Pemboran Berarah Dan Perhitungan Ellipse Of Uncertainty Pada Sumur Sg-89 Dan Sumur Sg-68 Di Lapangan X


Oleh : Setyo Galih

Info Katalog

Nomor Panggil : 2227/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Lestari Said

Pembimbing 2 : Ali Sundja

Subyek : Directional drilling;Oil well drilling

Kata Kunci : Bottom Hole Assembly, directional drilling trajectory, Ellipse of Uncertainty, oil wells


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07109218_1.pdf 892.29
2. 2014_TA_TM_07109218_2.pdf 250.55
3. 2014_TA_TM_07109218_3.pdf 626.37
4. 2014_TA_TM_07109218_4.pdf 934.76
5. 2014_TA_TM_07109218_5.pdf 1263.42
6. 2014_TA_TM_07109218_6.pdf 309.09
7. 2014_TA_TM_07109218_7.pdf 431.45
8. 2014_TA_TM_07109218_8.pdf 1444.63

T Teknik pemboran berarah merupakan salah satu metoda yang dikembangkan untuk memperbesar perolehan minyak dan gas bumi. Dalam pelaksanaan pemboran secara directional ditemui permasalahan yang lebih kompleks dibandingkan dengan pemboran secara konvensional. Oeh sebab itu diperlukan perencanaan yang lebih baik. Selain itu dengan menggunakan metode ellipse of uncertainty yang parameter-parameternya seperti azimuth, inklinasi dan MD nya kita tahu dari hasil survey pada titik reservoir target sumur. Dapat diketahui posisi ellipse ketidakpastian nya seperti along hole error, Upward Error dan juga lateral error. Sumur SG-89 dan SG-68 ini merupkan sumur pengembangan, sumur ini merupakan sumur yang dibor secara directional drilling type J dan type S, oleh karena itu dibutuhkan rangkaian BHA yang tepat agar semua proses dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pemilihan BHA pada pengeboran didasarkan pada kedalaman formasi yang akan kita tuju. Berdasarkan evaluasi BHA yang dilakukan, dan dilihat dari lintasan yang terjadi di lapangan. Semua proses pengeboran dinyatakan berhasil, karena tidak ditemui kendala yang menghambat proses pemboran. Proses pemboran berjalan lancar. Serta dari lintasan hanya terjadi perbedaan kecil dan masih dalam radius toleransi.. Dari parameter parameter yang ada maka, pemboran ini telah berhasil mencapai target. Serta pemilihan setiap rangkaian BHA tepat. Karena semua proses berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti

D Directional drilling technique is one method develophed to enlarge the acquisition of oil and natural gas. In the implementation of a directional driliing encountered problems that are more complex than convensional drilling. Therefore needeed better planning. In addition, by using the ellipse of uncertainty Method parameters such as azimuth, inclination and his MD which we know that from the results of the survey at reservoir target point of the well depth. And we can know its ellipse of uncertainty of that point. Such as, along hole error, Upward error and lateral error This SG-89 and SG-68 are developments wells, drilled with a directional type J and type S, and therefore required proper BHA circuit so that all processes can be run well and smoothly. BHA selection is based on total depth of formation. Based on the evaluations conducted BHA, and the views of the trajectory that occurred in the field. All of the drilling process did not encountered any obstacle that hinder the process of drilling. The drilling went smoothly. And from the track only a small difference and still within the radius tolerance. The parameters are then, drilling has been successfull in achieving objectives and appropriate selection of each set of BHA, because all the drilling procces went smoothly without any obstacle

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?