DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Formasi Pada Lapangan X


Oleh : Dimas Gilang Adi P.

Info Katalog

Nomor Panggil : 2402/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Sembodo

Subyek : Formation

Kata Kunci : saturation, bound water, resistivity, evaluation, rock porosity, field x


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07109073_8.pdf 1518.94
2. 2014_TA_TM_07109073_7.pdf 515.95
3. 2014_TA_TM_07109073_6.pdf 456.55
4. 2014_TA_TM_07109073_5.pdf 1959.29
5. 2014_TA_TM_07109073_4.pdf 1212.29
6. 2014_TA_TM_07109073_3.pdf 672.88
7. 2014_TA_TM_07109073_2.pdf 358.51
8. 2014_TA_TM_07109073_1.pdf 7665.51

E Evaluasi pada tulisan ini dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter seperti volume shale (Vsh), porositas efektif batuan (Oeff), dan saturasi air (Sw). Pada tulisan ini dievaluasi lapangan X yang resistensinya rendah untuk diteliti metode perhitungan saturasi air yang cocok untuk mengevaluasi formasi tersebut. Saturasi air dihitung dengan formula Indonesia dan metode simandoux. Hasil perhitungan dari kedua formula tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil tes yang dihasilkan, dan ditentukan formula yang paling mendekati dengan hasil tes tersebut. Dari pembacaan Gamma Ray log dilihat bahwa pada formasi di lapangan X adalah sahlly sand. Volume shale (Vsh) dilapisan tersebut ternyata cukup besar. Volume shale rata-rata di tiap sumur antara 22%-36% dan porositas efektif (Oe) di lapangan X ditentukan dari density dan neutron log dan telh dikoreksi oleh adanya shale. Porositas efektif (Oe) rata-rata tiap sumur adalah 17%-27%. Resistivitas air (Rw) ditentukan dari air formasi dan disesuaikan dengan temperatur formasi. Tidak semua zona yang dianalisis ada data tesnya, maka sebagian Rw ditentukan dengan metode Picket Plot. Rw pada temperature formasi 0.22 ohmm -1.1 ohmm. Tidak adanya core analysis, maka faktor tortuitas (a), sementasi (m) dan eskponen saturasi (n) mengacu pada statistic dari kepustakaan. Parameter yang digunakan adalah a = 1, m = 1.8, n = 2. Sebanyak 24 atau 86% saturasi air yang dihitung dengan Formula Indonesia mendekati kadar air (ditambah dengan Bound Water). Sedangkan dengan metode Simandoux, 22 dari 28 atau 78% mendekati kadar air (ditambah dengan bound water). Jadi, metode untuk menghitung saturasi ar (Sw) yang paling mendekati kadar air di lapangan X adalah formula Indonesia.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?