DETAIL KOLEKSI

Studi Penggunaan Non Rotating Protector Pada Pipa Bor Terhadap Beban Torsi Dan Drag Pada Pemboran Extended Reach Sumur A-9 Lapangan Lepas Pantai X


Oleh : Rizky Firdaus Azhary

Info Katalog

Nomor Panggil : 2409/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Bayu Satiyawira

Pembimbing 2 : P. Simongkir

Subyek : Drilling Well

Kata Kunci : extended reach, rotating protector, drilling operation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07108149_8.pdf 595.05
2. 2014_TA_TM_07108149_7.pdf 588.02
3. 2014_TA_TM_07108149_6.pdf 254.15
4. 2014_TA_TM_07108149_5.pdf 560.07
5. 2014_TA_TM_07108149_4.pdf 748.79
6. 2014_TA_TM_07108149_3.pdf 531.09
7. 2014_TA_TM_07108149_2.pdf 253.69
8. 2014_TA_TM_07108149_1.pdf 1433.25

T Teknik pemboran Extended Reach merupakan salah satu metode yang dikembangkan untuk memperbesar perolehan minyak dan gas bumi dengan resiko operasional dan biaya yang tinggi, maka dan itu perencanaan sebelum melakukan pemboran menjadi faktor yang penting. Dalam pelaksanaan pemboran Extended Reach ditemui masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan pemboran secara konvensional. Masalah yang timbul pada saat operasi pemboran Extended Reach diantaranya yaitu adanya beban torsi dan drag yang timbul saat rangkaian pipa bor berada pada bagian pertambahan sudut, lubang miring dan bagian horisontal. Beban torsi timbul karena adanya puntiran pada rangkaian pipa bor yang dapat menyebabkan terputusnya rangkaian pipa bor saat operasi pemboran berlangsung, sedangkan beban drag timbul karena adanya gaya gesek antara rangkaian pipa bor dengan lubang bor yang menghambat pergerakan pipa dalam lubang bor saat melakukan penurunan rangkaian pipa bor (run-in hole) dan pencabutan rangkaian pipa bor (pull-out of hole) . Dalam upaya mengurangi beban drag dan torsi yang timbul saat melakukan pemboran Extended Reach akan dilakukan optimalisasi berupa pemakaian Non-rotating Protector (NRP) pada interval kedalaman tertentu. Prinsip kerja NRP saat operasi pemboran yaitu dengan memindahkan gesekan yang seharusnya dialami antara rangkaian pipa bor dengan lubang bor menjadi antara NRP dengan lubang bor. Perhitungan torsi dan drag pada pemboran Extended Reach pada sumur A-9 lapangan lepas pantai X akan dilakukan dengan persamaan yang diturunkan oleh Frank J. Schuh dengan menggunakan koefisien gesek yang berbeda saat open hole sebesar 0,35, cased hole sebesar 0,25 dan pada bagian yang menggunakan NRP sebesar 0,03. Solusi penggunaan NRP pada sumur A-9 lapangan lepas pantai X ini masih berupa wacana atau gagasan secara teoritikal yang belum diterapkan pada kondisi sebenarnya. Diharapkan penggunaan NRP dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk pemboran horisontal berjenis Extended Reach.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?