DETAIL KOLEKSI

Studi Laboratorium Pengaruh Barite Terhadap Sifat Fisik Lumpur Kcl-polimer Pada Berbagai Temperatur Setelah Hot Roller Di Laboratorium Pemboran Dan Produksi Usakti


Oleh : Dhika Fraditha

Info Katalog

Nomor Panggil : 01/TP/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Bayu Satiyawari

Pembimbing 2 : Shabrina Sri Riswati

Subyek : Drilling

Kata Kunci : laboratory studies, barite, the physical properties of the mud, mud KCL-Polymer, temperature, hot ro


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TM_07110081_1.pdf 1662.64
2. 2014_TA_TM_07110081_2.pdf 229.54
3. 2014_TA_TM_07110081_3.pdf 776.75
4. 2014_TA_TM_07110081_4.pdf 694.16
5. 2014_TA_TM_07110081_5.pdf 729.29
6. 2014_TA_TM_07110081_6.pdf 401.88
7. 2014_TA_TM_07110081_7.pdf 596.71
8. 2014_TA_TM_07110081_8.pdf 1055.2

L Lumpur pemboran merupakan materi yang paling penting dalam suatu operasi pemboran, karena dapat mempengaruhi keselamatan kerja, efisiensi, kecepatan pemboran dan biaya pemboran. Lumpur pemboran dapat berfungsi dengan baik, maka lumpur tersebut harus dikontrol sifat-sifat fisiknya, yang antara lain terdiri dari berat lumpur (densitas), viskositas, daya agar (gel strength) dan laju tapisan. Aspek formasi yang akan dilakukan pemboran seperti kondisi formasi, batuan formasi dan kandungan fluida yang terdapat dalam formasi juga perlu dicermati. Berdasarkan analisa hasil pengujian di laboratorium, digunakan lumpur KCl-Polimer karena lumpur KCl-Polimer baik untuk mencegah pengembangan shale dan mempunyai daya pengangkatan serpih yang tinggi, sehingga cutting tidak terlalu lama didalam lumpur bor dan pengembangan cutting tercegah. Karakteristik utama lumpur pemboran yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya adalah berat jenis lumpur (density) yang akan mengimbangi tekanan formasi agar tidak terjadi kick atau loss untuk itulah ditambahkan pemberat barite. Kesimpulan yang didapatkan bahwa meningkatnya suhu formasi maka sifat-sifat fisik lumpur padatan rendah cenderung menurun seperti berat lumpur (densitas), viskositas lumpur, plastic viscosity, apparent viscosity, gel strength dan pH meter. Sebaliknya untuk sifat-sifat fisik lumpur pemboran seperti water loss (laju tapisan) dan mud cake cenderung meningkat

D Drilling mud is the most important material in a drilling operation, as it can affect the safety, efficiency, speed drilling and drilling costs. Drilling mud to function properly, then the sludge must be controlled physical properties, which is comprised of mud weight (density), viscosity, gel strength and water loss. Aspects that will be drilling formations such as the condition of formations, rock formations and fluid content contained in formation also be observed. Based on the analysis of the results of laboratory used KCl-Polimer mud. That’s mud to prevent the development of shale and shale which has a high power of appointment, so cutting is not too long in the mud drilling and cutting development is prevented. The main characteristics of the drilling mud that is required to perform its functions is the density of the mud (density) which will offset the formation pressure to prevent kick or loss for that added weight of barite. The conclusion was found that increasing the temperature of formation of the physical properties of low solids mud tends to decrease as the mud weight (density), the viscosity of the mud, plastic viscosity, apparent viscosity, gel strength and pH meters. In contrast to physical properties such as water loss of drilling mud and mud cake tends to increase

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?