DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Iklan Obat Sakit Kepala Di Televisi Pada Pengguna Obat Sakit Kepala Usia 20-40 Tahun


Oleh : Yita Gayatri Willyani

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.849 1 Wil p

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Ch. Robert Loho

Subyek : Headache;Commercial advertizing (kw)

Kata Kunci : headache medicine advertisment, television, headache medication, headache, drugs


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03010281_Halaman-Judul.pdf 1102.5
2. 2014_TA_KD_03010281_Bab-1-Pendahuluan.pdf 635.8
3. 2014_TA_KD_03010281_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 1011.13
4. 2014_TA_KD_03010281_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 624.81
5. 2014_TA_KD_03010281_Bab-4-Metode.pdf 718.62
6. 2014_TA_KD_03010281_Bab-5-Hasil.pdf 696.52
7. 2014_TA_KD_03010281_Bab-6-Pembahasan.pdf 621.65
8. 2014_TA_KD_03010281_Bab-7-Kesimpulan.pdf 616.92
9. 2014_TA_KD_03010281_Daftar-Pustaka.pdf 724.15
10. 2014_TA_KD_03010281_Lampiran.pdf 1597.51

L LATAR BELAKANG: Sakit kepala termasuk salah satu gangguan yang paling umum dari sistem saraf dan sering dianggap remeh. Padahal sakit kepala merupakan salah satu gejala penyakit kronis. Banyak orang berpikir hanya dengan meminum obat sakit kepala untuk mengatasinya. Obat sakit kepala hanya meredakan, bukan menyembuhkan. Sekarang masyarakat banyak melakukan self-treating dengan membeli obat sakit kepala. Banyaknya iklan obat sakit kepala terdapat di media televisi, maka penelitian ini dibuat untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pajanan iklan obat sakit kepala di televisi dengan penggunaan obat sakit kepala.METODE: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif-analitik secara observasional pendekatan cross-sectional, responden usia 20-40 tahun di kelurahan Cikokol, Tangerang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS for Windows version 22 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.HASIL: Analisis uji Chi square didapat p = 0,087 interpretasinya (p > 0,05) antara melihat iklan obat sakit kepala di televisi dengan penggunaan obat saat sakit kepala pada pengobatan pertama. Didapat p = 0,574 interpretasinya (p > 0,05) antara melihat iklan obat sakit kepala di televisi dengan penggunaan obat saat sakit kepala pada pengobatan yang kedua bila pengobatan pertama gagal.KESIMPULAN: Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara melihat iklan obat sakit kepala di televisi dengan penggunaan obat yang pertama kali digunakan saat sakit kepala dan antara melihat iklan obat sakit kepala di televisi dengan penggunaan obat yang kedua kali digunakan apabila pengobatan yang pertama gagal.

B BACKGROUND: Headache is one of the most common disorders of the nervous system and is often underestimated. Though headache is one of the symptoms of chronic diseases. Many people think just by taking headache medication to cope. Drugs only relieve pain, not curing. Now many people perform self-treating by purchasing headache drugs. Many headache drugs ads are on television, and this research is made to determine whether there was an association between exposure of headache drugs ads on television with the use of headache medications.METHODS: This research use descriptive-analytic study in observational with cross-sectional approach, respondents aged 20-40 years in Cikokol, Tangerang. Data collected by using an interview questionnaire. Data analyze by using SPSS for Windows version 22 withsignificance level used 0,05.RESULTS: With Chi square analysis obtained p = 0,087 interpretations ( p > 0,05 ) between headache drugs ads on television with the use of headache medications on the first treatment. P = 0,574 interpretations obtained ( p > 0,05 ) between headachedrugs ads on television with the use of drugs in second treatment of headaches whenthe first treatment fails.CONCLUSIONS: This study shows there is no significant correlation between drug headache ads on television with the use of a drug as first treatment when headache and drug headache ads on television with second use of drug for treatment if the first treatment fails.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?