DETAIL KOLEKSI

Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dan Kemampuan Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univertsitas Trisakti


Oleh : Ismail Salim

Info Katalog

Nomor Panggil : 641.52 Sal h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Henie Widowati

Subyek : Ability to concentrate;Concentration skills - Breakfast habits

Kata Kunci : breakfast habits, concentration skills, breakfast habits, ability to concentrate.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03010137_Halaman-judul.pdf 3854.95
2. 2015_TA_KD_03010137_Bab-1-Pendahuluan.pdf 691.73
3. 2015_TA_KD_03010137_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1031.4
4. 2015_TA_KD_03010137_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 713.34
5. 2015_TA_KD_03010137_Bab-4-Metode.pdf 763.55
6. 2015_TA_KD_03010137_Bab-5-Hasil.pdf 690.07
7. 2015_TA_KD_03010137_Bab-6-Pembahasan.pdf 682.63
8. 2015_TA_KD_03010137_Bab-7-Kesimpulan.pdf 675.41
9. 2015_TA_KD_03010137_Daftar-pustaka.pdf 688.67
10. 2015_TA_KD_03010137_Lampiran.pdf 984.31

L Latar belakang Waktu antara makan malam dan sarapan pagi biasanya merupakan periode terpanjang tanpa serapan energi dan nutrisi.Memperpanjang episode puasa ini dengan melewatkan sarapan pagi, dapat menyebabkan perubahan metabolik yang mengganggu aspek fungsi kognitif dan aktifitas sehari-hari. Melewatkan sarapan pagi juga dapat dapat mengganggu ketersediaan energi (glukosa) atau nutrisi tertentu yang diperlukan untuk sintesis neurotransmiter, yang pada gilirannya diperlukan untuk fungsi yang tepat dari sistem saraf pusat.(3,4) Metode Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang mengikutsertakan 147 mahasiswa kedokteran. Bahan dan instrument pada penelitian ini adalah kuesioner breakfast survey for students dan digit symbol substitution test. Analisis data dengan menggunakan SPSS 20 for windows dan tingkat kemaknaan yang digunakan sebesar 0,05. Hasil Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 83 (56,5%) responden terbiasa sarapan pagi dan 64 (43,5%) responden tidak terbiasa sarapan pagi. Dari hasil tes konsentrasi didapatkan 70 (47,6%) responden konsentrasi baik dan 77 (52,4%) responden kurang berkonsentrasi. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan kemampuan konsentrasi dengan p value 0,068 Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kemampuan konsentrasi pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas trisakti angkatan 2013.

B Background The time between dinner and breakfast in the morning is usually the longest period without energy absorption and lack of nutrition. Prolonged this episode with skipping breakfast, can cause metabolic changes that disrupt aspects of cognitive function and daily activities. Skipping breakfast can also disrupt the availability of energy (glucose) or certain nutrients necessary for the synthesis of neurotransmitters, which in turn is necessary for the proper function of the central nervous system. (3,4) Method This study used a cross-sectional design that included 147 medical students. Materials and instruments in this study was a questionnaire survey breakfast for students and digit symbol substitution test. Data analysis using SPSS 20 for windows and the significance level of 0.05 were used. Result Based on the results, 83 (56.5%) of respondents used to eat breakfast and 64 (43.5%) of respondents did not used to eat breakfast. Concentration test results that have been obtained, 70 (47.6%) of respondents have good concentration and 77 (52.4%) of respondents are less concentrated. There is no correlation between breakfast habits and ability to concentrate with the p value 0,068.Conclusion There is np correlation between breakfast habits and the ability to concentrate among medical student of trisakti university.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?