DETAIL KOLEKSI

Hubungan Lama Duduk Dengan Pravalensi Hemorrhoid Pada Pekerja Kantoran


Oleh : Ashrinda Jussinur

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.555 Jus h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Achdannasich

Subyek : Surgery - Rectum;Healthy and balanced diet

Kata Kunci : hemorrhoids, length of stay, sex, surgery.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_-03011046_Halaman-judul.pdf 3506.3
2. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-1-Pendahuluan.pdf 841.92
3. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 849.81
4. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 753.29
5. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-4-Metode.pdf 961.44
6. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-5-Hasil.pdf 761.56
7. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-6-Pembahasan.pdf 755
8. 2015_TA_KD_-03011046_Bab-7-Kesimpulan.pdf 744.67
9. 2015_TA_KD_-03011046_Daftar-pustaka.pdf 840.73
10. 2015_TA_KD_-03011046_Lampiran.pdf 1198.4

P Pada tahun 2010 hingga 2011 di Jakarta prevalensi hemorrhoid mendominasi sebanyak20%. Hemorrhoid adalah submukosa dilatasi vena yang mungkin timbul dengan peningkatan tekanan intraabdominal, seperti yang terjadi pada saat buang air besar atau duduk maupun berdiri lama. Penyakit hemorrhoidadalah gangguan anorektal paling umum dan sering ditemukan di pelayanan perawatan primer, bangsal gawatdarurat, unit gastroenterologi dan unit bedah. Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang pada tahun 2008menunjukkan bahwa dari 1575 kasus di instalasi rawat jalan klinik bedah, kasus hemorhoid mencapai 16% dariseluruh kasus di instalasi tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaldengan desain cross-sectional. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan kuesioner. Jumlahresponden sebanyak 99 orang dimana analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan ujiChi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Analisis diolah dengan menggunakan program SPSS 21.0. Tidak terdapat hubungan antara lama duduk dengan hemorrhoid (p = 0,497). Tidak terdapat hubunganantara jenis kelamin dengan hemorrhoid (p = 0,314). Hemorrhoid lebih banyak terjadi pada durasi duduk lebihdari 8 jam (n = 11) dan laki laki (n = 13). Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antaralama duduk dan jenis kelamin dengan hemorrhoid.

I In 2010 to 2011 in Jakarta the prevalence of hemorrhoids dominated as much as 20%. Hemorrhoids are submucosal dilated veins that may arise with increased intraabdominal pressure, such as those that occur during bowel movements or long sitting or standing. Hemorrhoid is the most common anorectal disorder and is often found in primary care, emergency wards, gastroenterology units and surgical units. Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang in 2008 showed that out of 1575 cases in outpatient surgery clinics, hemorrhoid cases reached 16% of all cases in the installation. This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional design. This study is retrospective using a questionnaire. The number of respondents was 99 people where the data analysis was done by univariate and bivariate using Chi-square test with a significance level of 95%. The analysis was processed using the SPSS 21.0 program. There was no relationship between duration of sitting and hemorrhoids (p = 0.497). There is no relationship between sex with hemorrhoids (p = 0.314). Hemorrhoids are more common in sitting duration more than 8 hours (n = 11) and men (n = 13). It can be concluded that there is no relationship between sitting and sex with hemorrhoids.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?