DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Kedokteran Usia 18-22 Tahun


Oleh : Deskhilandi Nugroho

Info Katalog

Nomor Panggil : 613.79 Nug h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Abdul Rohman

Subyek : Sleep hygiene;Qualitu sleep - Medical students

Kata Kunci : sleep hygiene, quality, sleep, Faculty of Medicine students


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03011070_Halaman-judul.pdf 4058.78
2. 2015_TA_KD_03011070_Bab-1-Pendahuluan.pdf 850.41
3. 2015_TA_KD_03011070_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1001.19
4. 2015_TA_KD_03011070_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 853.2
5. 2015_TA_KD_03011070_Bab-4-Metode.pdf 1080.54
6. 2015_TA_KD_03011070_Bab-5-Hasil.pdf 968.64
7. 2015_TA_KD_03011070_Bab-6-Pembahasan.pdf 658.26
8. 2015_TA_KD_03011070_Bab-7-Kesimpulan.pdf 746.67
9. 2015_TA_KD_03011070_Daftar-pustaka.pdf 830.08
10. 2015_TA_KD_03011070_Lampiran.pdf 1062.21

T Tidur merupakan salah satu aktifitas terpenting bagi manusia. Hal ini juga penting dalam populasi mahasiswa kedokteran. Durasi tidur yang tidak mencukupi serta kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi konsentrasi mahasiswa. Gangguan tidur yang dialami para remaja adalah hasil dari perilaku sleep hygiene yang kurang. Namun, sampai saat ini sebagian masih sangat sedikit tentang tingkat pengetahuan pada peningkatan sleep hygiene pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode observasional analytic dengan desain crosssectional dan dengan sampel 123 orang di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dengan cara pengisian 2 buah kuesioner yaitu Sleep Hygiene Index dan Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program Statistics Program for Social Science (SPSS) for Mac versi 21.0. Tidak terdapat hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur (p=0,362). 70 mahasiswa (56,9%) memiliki tingkat sleep hygiene yang baik dibandingkan 53 mahasiswa dengan tingkat sleep hygiene yang buruk lalu terdapat 52 orang (42,3%) dengan tingkat kualitas tidur yang baik dibandingkan 71 mahasiswa (57,7%) dengan tingkat kualitas tidur yang buruk. Pada penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur. Kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh sleep hygiene dikarenakan masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas tidur tetapi sleep hygiene tetap bisa menjadi acuan untuk dijadikan suatu kebiasaan yang baik untuk menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik.

S Sleep is one of the most important activities for humans. This is also important in the medical student population. Insufficient sleep duration and poor sleep quality can affect student concentration. Sleep disorders experienced by adolescents are the result of poor sleep hygiene behavior. However, until now some are still very little about the level of knowledge in improving sleep hygiene in students. The study used an observational analytic method with cross sectional design and with a sample of 123 people at the Faculty of Medicine at Trisakti University by filling in 2 questionnaires, namely the Sleep Hygiene Index and Pittsburgh Sleep Quality Index. Data analysis in this study uses the Statistics Program for Social Science (SPSS) program for Mac version 21.0. There was no relationship between sleep hygiene and sleep quality (p = 0.362). 70 students (56.9%) had good sleep hygiene levels compared to 53 students with poor sleep hygiene levels and there were 52 people (42.3%) with a good level of sleep quality compared to 71 students (57.7%) with a level of sleep poor sleep quality. This study states that there is no relationship between sleep hygiene and sleep quality. Sleep quality is not only influenced by sleep hygiene because there are many other factors that can affect sleep quality but sleep hygiene can still be a reference to be used as a good habit to produce better quality sleep.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?