DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Asupan Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Lansia


Oleh : Herlince Wihelmina Amalo

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.152 Ama h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Alvina

Subyek : Anemia;Elderly - Nutritional intake

Kata Kunci : elderly, anemia, nutritional intake, elderly, anemia, nutrient intake


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03011130_Halaman-judul.pdf 3472.71
2. 2015_TA_KD_03011130_Bab-1-Pendahuluan.pdf 663.42
3. 2015_TA_KD_03011130_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 921.24
4. 2015_TA_KD_03011130_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 813.66
5. 2015_TA_KD_03011130_Bab-4-Metode.pdf 813.24
6. 2015_TA_KD_03011130_Bab-5-Hasil.pdf 828.43
7. 2015_TA_KD-03011130_Bab-6-Pembahasan.pdf 654.11
8. 2015_TA_KD_03011130_Bab-7-Kesimpulan.pdf 645.2
9. 2015_TA_KD_03011130_Daftar-pustaka.pdf 815.26
10. 2015_TA_KD_03011130_Lampiran.pdf 2171.58

B Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, prevalensi lansia yang menderita anemia adalah 34,2% pada usia 65-74 tahun, dan pada usia >75 tahun pevalensinya lebih besar yaitu 46%. Anemia pada lansia dapat disebabkan oleh asupan gizi yang kurang seperti protein, Fe, vitamin C, asam folat dan vitamin B12 yang dibutuhkan dalam eritropoesis. Lansia yang menderita anemia mengakibatkan penurunan kualitas hidup seperti gangguan fisik, penurunan fungsional tubuh dan gangguan kognitif. Oleh karena itu, penting untuk diteliti mengenai asupan gizi dengan kejadian anemia pada lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian cross-sectional analitik. Penelitian ini dilakukan di Panti Werdha Wisma Mulia dan Sasana Tresna Werdha Budi Mulia- Jakarta Barat pada bulan November 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 124 lansia. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire) kuantitatif dan pengukuran hemoglobin menggunakkan alat Hb digital merk Easytouch GCHB. Pada penelitian ini didapatkan hasil, lansia yang mengonsumsi cukup asupan protein dapat menurunkan kejadian anemia (p = 0,000). Demikian juga lansia yang cukup asupan Fe dapat menurunkan kejadian anemia (p = 0,000). Lansia yang mengonsumsi cukup asupan vitamin C dapat menurunkan kejadin anemia (p = 0,004). Lansia yang mengonsumsi cukup asupan asam folat dapat menurunkan kejadian anemia (p = 0,000), serta lansia yang mengonsumsi cukup asupan vitamin B12 juga dapat menurunkan kejadian anemia (p = 0,000). Adanya hubungan antara asupan gizi seperti Protein, Fe, Vitamin C, Asam folat dan Vitamin B12 dengan kejadian anemia pada lansia.

B Based on Basic Health Research (RISKESDAS) in 2013, the prevalence of elderly anemia is 34.2% at 65-74 years of age, and at age> 75 years the greater prevalence is 46%. Anemia in the elderly can be caused by poor nutrient intake such as protein, Fe, vitamin C, folic acid and vitamin B12 needed in erythropoesis. Elderly anemia results in decreased quality of life such as physical impairment, decreased functional body and cognitive impairment. Therefore, it is important to examine the nutritional intake with the incidence of anemia in the elderly. The type of research used is observational with cross-sectional analytic research design. This research was conducted at Werdha Panti Wisma Mulia and Sasana Tresna Werdha Budi Mulia - West Jakarta in November 2014 with total sample of 124 elderly. The data were collected by filling out a quantitative FFQ (Food Frequency Questionnaire) questionnaire and measuring hemoglobin using the Hytronic Easytouch GCHB digital Hb tool. In this study obtained results, elderly who consume enough protein intake can reduce the incidence of anemia (p = 0.000). Likewise, elderly sufficient intake of Fe may decrease the incidence of anemia (p = 0.000). Elderly who consume adequate intake of vitamin C can decrease the genetic anemia (p = 0.004). Elderly people who consume adequate intake of folic acid may decrease the incidence of anemia (p = 0.000), and elderly who consume adequate vitamin B12 intake may also decrease the incidence of anemia (p = 0.000). The existence of the relationship between nutritional intake such as Protein, Fe, Vitamin C, Folic Acid and Vitamin B12 with the incidence of anemia in the elderly.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?