DETAIL KOLEKSI

Determinan Kesehatan Dan Kejadian Filariasis Di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan


Oleh : Dina Amalia Pratiwi

Info Katalog

Nomor Panggil : 306.461 Pra d

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Rina K. Kusumaratna

Subyek : Health - social aspects;Filariasis

Kata Kunci : determinants of health, filariasis, risk factors, health determinants, filariasis, risk factors


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03011080_Halaman-judul.pdf 1180.02
2. 2015_TA_KD_03011080_Bab-1-Pendahuluan.pdf 769.97
3. 2015_TA_KD_03011080_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 987.81
4. 2015_TA_KD_03011080_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 784.03
5. 2015_TA_KD_03011080_Bab-4-Metode.pdf 787.95
6. 2015_TA_KD_03011080_Bab-5-Hasil.pdf 848.86
7. 2015_TA_KD_03011080_Bab-6-Pembahasan.pdf 777.52
8. 2015_TA_KD_03011080_Bab-7-Kesimpulan.pdf 673.96
9. 2015_TA_KD_03011080_Daftar-pustaka.pdf 683.78
10. 2015_TA_KD_03011080_Lampiran.pdf 4418.9

L Latar belakang Tujuh puluh satu koma sembilan persen kabupaten/ kota di wilayah Indonesia meripakan wilayah endemis filariasis. Studi ini dilakukan bertujuan untuk menilai karakteristik individu, lingkungan sosial ekonomi, perilaku, lingkungan fisik dan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kejadian filariasis di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Metode Jenis penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol dilakukan pada bulan Oktober 2014. Pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling pada 38 subjek kelompok kasus dan pada 38 subjek kelompok kontrol. Data diperoleh dengan dari data sekunder dan wawancara. Analisis hipotesis dilakukan dengan uji chi-square dan analisis mutivariat dengan menggunakan regresi logistik. Analisis data menggunakan SPSS for Windows versi 17.0. Hasil Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara usia (p=0,00; OR=5,32, 95% CI: 1,99-14,16), pekerjaan (p=0,05; OR=3,04, 95% CI: 0,95-9,75), pengetahuan bahwa menghindari gigitan nyamuk dapat terhindar dari filariasis (p=0,00; OR=3,75, 95% CI: 1,37-10,26) dan keberadaan tanaman air eceng gondok (p=0,01; OR=3,32, 95% CI: 1,3-8,54). Kesimpulan Subjek dengan usia 41, pekerjaan berisiko (petani karet) dan keberadaan tanaman eceng gondok di sekitar lingkungan tempat tinggalnya memiliki risiko sebesar 56,5% untuk terkena filariasis di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

B Background Seventy-one point nine percent of districts / municipalities in Indonesia territory meripakan filariasis endemic areas. This study aims to assess individual characteristics, socioeconomic environment, behavior, physical environment and health services related to filariasis incidence in Juai Subdistrict, Balangan Regency, South Kalimantan. Methods The type of observational analytic study with case-control design was conducted in October 2014. Sampling was conducted by consecutive sampling in 38 case-case subjects and in 38 control group subjects. Data were obtained from secondary data and interviews. Hypothesis analysis was done by chi-square test and mutivariate analysis by using logistic regression. Data analysis using SPSS for Windows version 17.0. Results There was a statistically significant relationship between age (p = 0.00, OR = 5.32, 95% CI: 1.99-14.16), employment (p = 0.05; OR = 3.04, 95% CI: 0.95-9.75), the knowledge that avoiding mosquito bites can be avoided from filariasis (p = 0,00; OR = 3,75,95% CI: 1,37-10,26) and the existence of aquatic plants goiter (p = 0,01; OR = 3,32, 95% CI: 1,3-8,54). Conclusion Subjects with age 41, risky occupations (rubber farmers) and the presence of water hyacinth plants around their neighborhood have a risk of 56.5% for filariasis in Juai Sub-district, Balangan District, South Kalimantan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?