DETAIL KOLEKSI

Uji Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash hasil Zeolitisasi sebagai Adsorben Kation logam berat Pb.2 + dalam larutan


Oleh : Tantri Emelia

Info Katalog

Nomor Panggil : 082683

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Cristiiana Siallagan

Pembimbing 2 : Asih Wijayanti.

Subyek : Zeolititation;Management of the environment

Kata Kunci : fly as, battom ash, adsorpsi, zeolitisasi.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_STL_08203016_Halaman-judul.pdf 0
2. 2008_TA_STL_08203016_Bab-1.pdf 104.8
3. 2008_TA_STL_08203016_Bab-2.pdf 0
4. 2008_TA_STL_08203016_Bab-3.pdf 83.24
5. 2008_TA_STL_08203016_Bab-4.pdf 124.63
6. 2008_TA_STL_08203016_Bab-5.pdf 0
7. 2008_TA_STL_08203016_Bab-6.pdf 56.79
8. 2008_TA_STL_08203016_Daftar-pustaka.pdf 0
9. 2008_TA_STL_08203016_Lampiran.pdf 7468.23

A Abu batubara adalah bagian dari sisa pembakaran batubara pada boiler pembangkit listrik tenaga uap yang berbentuk partikel halus amorf dan bersifat potozzolan. Pada pembakaran batubara terbentuk dua jenis abu yaitu 80% Fly ash (abu terbang) dan 20% bottom ash (abu dasar), jika fly ash dan bootom ash ini langsung dibuang ke lingkungan maka lambat laun akan terbentuk gas metana (CH4) yang sewaktu-waktu dapat terbakar atau meledak dengan sendirinya (self burning). dalam penelitian ini fly ash dan bottom ash digunakan untuk membuat material mirip zeolit yang akan dimanfaatkan sebagi pengagsorpsi kation logam berat Pb (2+) dalam larutan dengan cara pengguncangan mekanik dan metodekolom. cara yang digunakan untuk membuat material mirip zeolit yaitu mereaksikan fly ash dan bottom ash dengan NaOH 3N secara refluks. Proses pembuatannya disebut zeolitisasi. Selanjutnya material hasil zeolitisasai refluks disebut ZSR. Analisis yang digunakan pada pengguncangan mekanik dan metode kolom adalah Atomic Absorption Spectrophotomrtry (AAS). Berdasrkan hasil analisis AAS dari pengguncanagn mekanik dan metode kolom, fly ash dan bottom ash memiliki sifat mirip zeolit dan dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Efisiensi adsorpsi untuk lfly ash sebesar 86.49% dan bottom ash sebesar 30.88%. Total Pb (2+) yang diserap fly ash sebesar 0,0333 mg dan bottom ash sebesar 0,0195 mg. Kapasitas adsorpsi fly ash sebesar 0,00246 mg/g dan bottom ash sebesar 0.00144 mg/g. Fly ash dan bottom ash dapat menurunkan konsentrasi Pb(2+) dari 0.14 mg/l menjadi 0,072 mg/l untuk fly ash dan 0,0813 mg/l untuk bottom ash. Dengan demikian, penelitian pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash sebagai adsorpsi dengan metode kolm ini memperlihatkan konsentrasi timbal (Pb) di bawah baku mutu kep. Gub. Jabar No. 6 Tahun 1999 dan memenuhi syarat ditinjau dari aspek teknis dan lingkungan.

C Coal ash is a coal burning residu founds at boiler in steam energy electricity generator, it shaped as amorf soft particle with pozzolan characteristic. two types of ash that produced during coal burning process are 80% fly ash and 20% bottom ash. If these two types of ash releases to the environment, sooner or late theses will trasform into methane gas that will get burn anytime or explode by itselt. In this research fly ash and bottom ash are utilize to contruct material that idenyical to zeolit, which will give function as heavy metal (PB 2+) kation adsorbent from liquit using mechanical shaker and kolom methodology. The method to construct material that identical to zeolit is through refluxing reaction of fly ash or bottomash with NaOH 3N. This process identified as zeolititation. Therefore, the material resulted from reflux zeolititation described as ZSR. The mechanical shaker and kolom methodology analyzed by using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). According result from the mschanical shaker and kolom methodology, fly ash and bottom ash have similar characteristic with zeolit and this will be able them to become an adsorbent. Fly ash and bottom ash adsorption efficiency are 86.49% and 30.88%. Fly ash and bottom ash adsorb Pb (2+) with total amount of 0.0333 mg and 0.0195 mg. Fly ash and bottom ash adsorption capacity are 0.00246 mg/g and 0.00144 mg/g. Fly ash is able to decrease the concentration of Pb (2+) from 0.14 mg/l into 0.72 mg/l, meanwhile bottom ash could decrease the concentration into 0.0183 mg/l. Therefore, the research was able to demonatrate decreasing lead concentration under the threshold value Kep. Gub. Jabar No. 6 Tahun 1999 by using fly ash and bottom ash waste as adsoebents with kolom methodology and fulfill the requirement both from technical and environmental aspect.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?