DETAIL KOLEKSI

Analisis Kapasitas Landas Pacu Bandar Udara Internasional Soekarno-hatta Cengkareng


Oleh : Zulfahmi Afifi

Info Katalog

Nomor Panggil : 333

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Luky Surachman

Subyek : Runway Capacity;Analysis of Runway;Airports - Design and contruction

Kata Kunci : runway, runway capacity, reapid exit taxiway, Soekarno-Hatta airports


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TS_05109051_Halaman-judul.pdf 5510.6
2. 2015_TA_TS_05109051_Bab-1.pdf 1496.56
3. 2015_TA_TS_05109051_Bab-2.pdf 3274.03
4. 2015_TA_TS_05109051_Bab-3.pdf 1488.97
5. 2015_TA_TS_05109051_Bab-4.pdf 2931.21
6. 2015_TA_TS_05109051_Bab-5.pdf 690.64
7. 2015_TA_TS_05109051_Daftar-pustaka.pdf 688.9

L Landas Pacu merupakan komponen utama dalam sistem bandar udara, tempat dimanapesawat melakukan aktifitas baik lepas landas maupun mendarat. Landas Pacu terhubung dengan landasan hubung seperti Exit Taxiway dan Taxiway. Ketigakomponen ini menjadi suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pelayanan suatubandara erat kaitannya dengan tiga komponen tersebut, jika ketiga komponen tersebuttidak maksimal maka sangat memperburuk kualitas pelayanan dari suatu bandara.Dalam tugas akhir ini mencoba untuk menganalisis apakah Kapasitas Landas Pacu diBandar Udara Internasional Soekarno-Hatta saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas udara dengan baik atau tidak. Saat ini frekuensi penerbangan semakin besar, tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara-negara lainnya. Membuat kualitas pelayanan bandara harus terus ditingkatkan, seperti memperbesar kapasitas bandar udara. Pada tahun 2013 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta melayani 64 pergerakan pesawat per jam. Dari hasil analisis yang didapat bahwa landas pacu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng dapat melayani 112 pergerakan, dimana masing-masing runway melayani 56 pergerakan pesawat per jam.

R Runway landing is a major component in the system of airports, where aircraft do bothactivities take offs and landings. Runway is connected to the circuit as Exit Taxiways and Taxiway. These three components are becoming an inseparable unity. An airport service is closely related to the three components, if these components are not up to the very worsen the quality of service of an airport. In this final assignment tries to analysis whether Shelf Capacity Runway at Soekarno-Hatta International Airportis stillable to meet the needs of air traffic well or not. As we know, at this time the greater frequency of flights not only in Indonesia but also in other countries. Airport service quality should be improved, such as enlarging the capacity of the airport itself. In 2013 Soekarno-Hatta International Airport serving 64 aircraft movements per hour . From the analysis results obtained that the runway Soekarno-Hatta International Airport in Cengkareng can serve 112 aircraft movement , in which each runway serving 56 aircraft movements per hour .

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?