DETAIL KOLEKSI

Analisis Sikuen Stratigrafi, Fasies Dan Paleogeografi Pada Daerah Tanjung Dan Sekitarnya Provinsi Kalimantan Selatan

5.0


Oleh : Atika Arifiani

Info Katalog

Nomor Panggil : 613/TG/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Agus Guntoro

Subyek : Stratigraphic Geology

Kata Kunci : Sikuen, Stratigrafi, Fasies, Paleogeografi, Lingkungan pengendapan


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GL_07211017_HALAMAN-JUDUL.pdf 1943.63
2. 2016_TA_GL_07211017_BAB-I.pdf 409.36
3. 2016_TA_GL_07211017_BAB-II.pdf 820.94
4. 2016_TA_GL_07211017_BAB-III.pdf 965.3
5. 2016_TA_GL_07211017_BAB-IV.pdf 3112.84
6. 2016_TA_GL_07211017_BAB-V.pdf 83.36
7. 2016_TA_GL_07211017_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 85.15
8. 2016_TA_GL_07211017_TABEL-STRATIGRAFI-TERUKUR.jpg 556.02

D Daerah penelitian terletak pada daerah Tanjung dan sekitarnya, provinsi Kalimantan Selatan serta terletak di dalam Cekungan Barito menurut pembagian fisiografi oleh Van Bemmelen (1949). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah Tanjung dan sekitarnya yang ditinjau dari aspek fasies dan sekuen stratigrafi dan selanjutnya akan dilakukan penelitian menjadi model paleogeografi daripada lingkungan pengendapan di masa lalu. Pengambilan data dilapangan dilakukan secara mandiri dan berfokus pada data permukaan yaitu singkapan batuan yang diukur ketebalannya dan dibantu dengan metode orientasi lapangan yang dibantu oleh GPS. Target penelitian ini adalah pada Formasi Tanjung,Formasi Berai dan Formasi Warukin pada cekungan Barito yang terendapkan pada umur Oligosen Akhir sampai Miosen Awal dimana formasi ini dipengaruhi oleh fase transgresi dan regresi. Berdasarkan data permukaan terdapat satu lintasan utama yang dibuat menjadi sebuah kolom stratigrafi terukur. Kolom Stratigrafi terukur ini akan dibagi menjadi fasies sesuai dengan ciricirinya dan akan dikorelasikan kemudian menghasilkan tiga siklus. Hasil interpretasi menunjukkan hasil lingkungan pengendapan yang berubah dari laut ke darat. Terdapat lima fasies yang berkembang pada daerah penelitian ini yaitu fasies, fluvial distributary channel, floodplain, tidal flat, distributary mouthbar, inner ramp.

A Area of research lies on Tanjung, South Kalimantan province and is located in the Barito Basin according to physiographic division by Van Bemmelen (1949). This study aims is to determine the geological conditions of the area and Tanjung viewed from the aspect of facies and sequence stratigraphy and further research will be conducted into paleogeographic models of depositional environment than in the past. Field data capture is done independently and focus on the data surface outcrop which measured thickness and assisted with field orientation method assisted by GPS. The target of this research is the formation Tanjung, Berai Formation and Warukin Formation, deposited Barito basin in the Late Oligocene until Early Miocene age formations which are influenced by the phases of transgression and regression. Based on the data, there are three main track surface is made into a scalable stratigraphic column. Stratigraphy column measured will be divided into facies according to their characteristics then produced three cycles. Results of interpretation shows the results of the depositional environment changes from sea to land. There are five facies are developed in the area of this research is facies, fluvial distributary channel, floodplain, tidal flats, distributary mouthbar, and Inner ramp

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?