DETAIL KOLEKSI


Analisis Perbandingan Saturasi Air Formasi Pada Sumur Lp 01 Dan Lp 02 Reservoir X Lapangan Ams Menggunakan Metode Indonesia Dan Metode Simandoux


Oleh : Luhur Prakoso Prabowo

Info Katalog

Nomor Panggil : 417/TP/2016

Subyek : Reservoir

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Asri Nugrahanti

Pembimbing 2 : Suryo Prakoso

Kata Kunci : Evaluasi formasi, pemboran


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2016_TA_TM_07110160_HALAMAN-JUDUL.pdf 3902.4 (KB)
2. 2016_TA_TM_07110160_BAB-I.pdf 201.22 (KB)
3. 2016_TA_TM_07110160_BAB-VI.pdf 143.91 (KB)
4. 2016_TA_TM_07110160_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 150.59 (KB)
5. 2016_TA_TM_07110160_LAMPIRAN.pdf 1048.46 (KB)
6. 2016_TA_TM_07110160_PAPER.pdf 878.81 (KB)

E Evaluasi formasi dilakukan untuk mengetahui karakteristik bawah permukaan baik untuk keperluan pemboran, produksi, penelitian reservoir maupun geologi. Salah satu parameter yang mempengaruhi besar kecilnya suatu estimasi cadangan adalah saturasi air formasi. Teknologi eksplorasi yang semakin berkembang khususnya teknologi logging serta beragamnya kondisi reservoir misalnya pada kondisi shaly sand reservoir atau clean sand reservoir mempengaruhi konsep perhitungan nilai saturasi air formasi. Penelitian Tugas Akhir dilakukan pada dua sumur yang berbeda yaitu sumur LP 01 dan LP 02 pada Reservoir X Lapangan AMS. Dari hasil penelitian pada zona prospek sumur LP 01 dan LP 02 diperoleh volume shale dari zona prospek dengan nilai rata – rata yaitu 12.74% pada sumur LP 01 dan 17.19% pada sumur LP 02. Porositas efektif dari zona prospek mendapatkan nilai rata – rata sebesar 24.03% pada sumur LP 01 dan 12.04% pada sumur LP 02. Saturasi air formasi dengan metode Indonesia dari zona prospek sumur LP 01 mendapatkan nilai rata – rata sebesar 50.2% dan 58.3% untuk sumur LP 02. Saturasi air formasi dengan metode Simandoux dari zona prospek sumur LP 01 mendapatkan nilai rata – rata sebesar 57.33% dan 63.68% untuk sumur LP 02. Metode Indonesia dipilih sebagai metode yang paling baik karena menunjukkan nilai saturasi yang lebih kecil dibandingkan dengan metode Simandoux

F Formation evaluation is done to determine the characteristics of subsurface for the purpose of drilling, production, reservoir or geological research. One of the parameters that affect the reserve is an estimate of the formation water saturation. Exploration technology grows in particular logging and reservoir conditions in shaly sand reservoir or clean sand reservoir can affects the calculation of the value of the concept of formation water saturation. The study has been conducted on two different wells are LP 01 and LP 02 in the X Field Reservoir AMS. From the results of research on the prospect zone LP 01 and LP 02 obtained shale volume from the zone prospect with average result is 12.74% at well LP 01 and 17.19% at well LP 02. Effective porosity at the prospect zone get the average result 24.03% at well LP 01 and 12.04% at well LP 02. Formation water saturation (Sw) calculation using Indonesian method at the prospect zone get the average result 50.2% at well LP 01 and 58.3% at well LP 02. Formation water saturation (Sw) calculation using Simandoux method at the prospect zone get the average result 57.33% at well LP 01 and 63.68% at well LP 02. Indonesian methods is chosen as the best method because it shows the smaller value of Sw than the Simandoux methods.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?