DETAIL KOLEKSI

Efektivitas Antifungal, Nano Kitosan Dengan Derajat Deasetilasi Dan Konsentrasi Berbeda Terhadap Candida Albican (laporan Penelitian)


Oleh : Rizka Dwi Listyarini

Info Katalog

Nomor Panggil : 0053/KG/2014

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Komariah, Ssi., M.Biomed.

Subyek : Histology

Kata Kunci : Nano kitosan, Candida Albicans, metode dilusi, derajat deasertilasi.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KG_04010173_Halaman-Judul.pdf 1062.99
2. 2014_TA_KG_04010173_Bab-1.pdf 105.09
3. 2014_TA_KG_04010173_Bab-2.pdf 395.8
4. 2014_TA_KG_04010173_Bab-3.pdf 105.41
5. 2014_TA_KG_04010173_Bab-4.pdf 231.89
6. 2014_TA_KG_04010173_Bab-5.pdf 558.76
7. 2014_TA_KG_04010173_Bab-6.pdf 141.5
8. 2014_TA_KG_04010173_Bab-7.pdf 80.05
9. 2014_TA_KG_04010173_Daftar-Pustaka.pdf 109.97
10. 2014_TA_KG_04010173_Lampiran.pdf 1294.31

N Nano kitosan merupakan hasil modifikasi fisik kitosan yang banyak ditemukan pada cangkang hewan avertebrata (crustacea). Nano kitosan berasal dari bahan polimer yang berperan dalam menghambat pertumbuhan jamur, termasuk C.albicans. C.albicans merupakan flora normal mulut bersifat saprofit dan dapat menjadi patogen bila terdapat faktor predesposisi pada tubuh pejamu. Penelitian ini menggunakan nano kitosan rajungan dengan derajat deasetilasi 89% dan udang dengan derajat deasetilasi 93%. Tujuan dari penelitian untuk menguji daya hambat nano kitosan terhadap pertumbuhan C.albicans. Efek antifungal yang dihasilkan nano kitosan tehadap pertumbuhan C.albicans diuji dengan metode dilusi. Hasil yang diperoleh dari uji KHM nano kitosan dengan derajat deasetilasi 89% dan 93% terhadap bakteri C. albicans adalah pada konsentrasi 22,5% dan 11,25 %.Sedangkan uji KBM nano kitosan dengan derajat deasetilasi 89% dan 93% adalah pada konsentrasi 90% dan 45%.Terdapat efektivitas yang berbanding terbalik antara konsentrasi nano kitosan terhadap pertumbuhan C.albicans. Semakin tinggi konsentrasi nano kitosan, maka semakin rendah pertumbuhan C.albicans. Nano kitosan dengan derajat deasetilasi 89% dan 93% memperlihatkan adanya sedikit perbedaan nilai KHM dn KBM, meskipun perhitungan statistik tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna (x2≤3,8415).

N Nano Chitosan is the physical modifications from chitosan that are found in the shells of encrusted avertebrate animal from the sea. Nano chitosan derived from polymeric materials that play a role in inhibiting the growth of fungi, including C.albicans. C.albicans were of a normal flora of the mouth a saprophyte and can become pathogenic if there predisposing factors in the host body. This study used a flower crab's nano chitosan with a degree of deacetylation of 89% and shrimp with a degree of deacetylation 93%. The purpose of the study to test the inhibition of nano chitosan against the growth of C.albicans. Antifungal effect of nano chitosan against the growth of C.albicans is tested by the dilution methods. The results obtained from the MIC test with degree of deacetylation of nano chitosan 89 % and 93 % of the bacteria C. albicans is at a concentration of 22.5 % and 11.25 % . While MBC test nano chitosan with degree of deacetylation 89 % and 93 % is at a concentration of 90 % and 45 % . Inversely there effectiveness between nano chitosan concentration on the growth of C.albicans . The higher concentration of chitosan nano , the lower the growth of C.albicans . Nano chitosan with deacetylation degree of 89% and 93% showed any slight variations in the value of MIC and MBC, although calculations showed no statistically significant difference (x2 ≤ 3.8415).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?