DETAIL KOLEKSI

Penatalaksanaan Non Bedah Hiperplasia Gingiva Akibat Siklosporin Pada Pasien Transplantasi Organ (studi Pustaka)


Oleh : Meta Marsalita

Info Katalog

Nomor Panggil : 615.1 Mar p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Dr. drg. Didi Nugroho S., M.Sc.

Subyek : Farmakologi

Kata Kunci : Transplantasi organ, DIGO, Sikloporin A, Azithromisin. .- Organ Transplantation, DIGO, Cyclosporine


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KG_04010140_Halaman-Judul.pdf 1491.56
2. 2014_TA_KG_04010140_Bab-1.pdf 603.23
3. 2014_TA_KG_04010140_Bab-2.pdf 1085.64
4. 2014_TA_KG_04010140_Bab-3.pdf 626.49
5. 2014_TA_KG_04010140_Bab-4.pdf 579.55
6. 2014_TA_KG_04010140_Daftar-Pustaka.pdf 652.93

B Berbagai cara dilakukan agar terjadi keberhasilan selama dan setelah proses transplantasi. Dilakukan pemadanan HLA antara resipien dan donor, uji antibodi resipien terhadap organ donor, sampai pemberian imunosupresan dengan harapan tertekannya respon imun akan berdampak pada diterimanya organ donor oleh tubuh resipien . salahsatu imunosupresan yang paling banyak digunakan dalam kasus transplnatasi adalah Siklosporin A. karenan efektivitasnya, obat ini menjadi pilihan utama pada pasien transplantasi organ. Sikloporin A menimbulkan banyak efek samping baik secara sistemik maupun oral. DIGO (drug-Induced Gingival Overgrowth) adalah salahsatu efek samping oral yang paling sering ditemui pada pengguna sikloporin A. Oleh karena itu terdapat berbagai maacam alternatif perawatan yang dianjurkan untuk menyembuhkan DIGO. dengan terapi farmakologi, dapat diberikan antobiotik seperti Azithromisin dan Roxithromisin, penggantian dengan obat imunosupresan lain seperti Takrolimus, atau bahkan dilakukannya terapi bedah seperti gingivektomi dan gingivoplasti. berdasarkan alternatif yang dianjurkan, Azithromisin dinilai paling aman dan efektif untuk pasien transplantasi organ yang menderita DIGO.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?