DETAIL KOLEKSI


Usulan Penerapan Six Sigma Untuk Menurunkan Tingkat Kecacatan Pada Kertas Kraft Liner 150g/m Di Pt.pelita Cengkareng Paper


Oleh : Merry Widi Astuti

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Rina Fitriana

Pembimbing 2 : Wawan Kurniawan

Subyek : Computer software;Programming–computers;Algorithms;Operating system;Programming language.

Kata Kunci : six sigma, craft liner paper , cengkareng, operating system.


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2012_TA_TI_06305017_1.pdf 2746.42 (KB)
2. 2012_TA_TI_06305017_2.pdf 1199.77 (KB)
3. 2012_TA_TI_06305017_3.pdf 2736.91 (KB)
4. 2012_TA_TI_06305017_11.pdf 894.18 (KB)

B Berdasarkan data historis PT. Pelita Cengkareng Paper, kcrtas Krafl Liner 150 g/m2 memiliki persentase cacat paling tinggi dibandingkan dengan kertas lainnya, dengan persentase sebesar 3,62%. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan perbaikan untuk menurunkan tingkat kecacatan pada kertas Kraft Liner 150 g/m2. Pemberian solusi dilakukan dengan menerapkan tahap-tahap yang terdapat dalam metode Six Sigma yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMA1C) dan pada tahap Analyze dilakukan identilikasi terjadinya setiap jenis kegagalan selama proses produksi dengan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh persentase cacat sebesar 3,69%, nilai DPMO perusahaan saat ini yaitu 12313,86, dan tingkat sigma 3,747 sigma. Kemudian berdasarkan analisa, diketahui masalah penyebab kegagalan yaitu waste paper yang sulit hancur dengan nilai RPN 168, waste paper yang kotor dengan nilai RPN 144, dan screen plate pada mesin ATS 21 yang kotor dengan nilai RPN 108. Usulan perbaikan dilakukan dengan menambahkan aktivitas pada instruksi kerja penerimaan bahan baku yaitu pemeriksaan terhadap kriteria waste paper dengan teliti, dan menambahkan aktivitas pada instruksi kerja pengoperasian mesin ATS 21 yaitu pemeriksaan secara rutin terhadap kebersihan screen plate sebelurn proses produksi dimulai. Setelah usulan perbaikan diim mentasikan, persentase cacat menjadi 2,49%, nilai DPMO menjadi 8293,2, dan tin _k. gma menjadi 3,896 sigma. Kata kunci : Six Sigma, DPMO, FMEA.

B Based on PT. Pelita Cengkareng Paper master production historical data, the Kraft Liner 150 en' is identified as the product with highest value of defect percentage, as it is 3,62% from 4 types of products. The objective of this project is to reduce the defection rate of the Kraft Liner150 g/m2. The proposed solution is offered by using Six Sigma method's Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC) approach, and also by implementing the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to identify the occurence of rejected products along the way of manufacturing process. Based on the results of data processing, it has been obtained that currently the company has got 3.69% of defection rate percentage, and 12313,86 value of DPMO, and 3,747 of sigma level. Some improvements are fairly proposed to fix the company's current problems. The defect-causing factors of the product are the hard-to-degrade waste paper, the soiled waste paper, and the unclean screen plate component of the ATS 21 machine. The main factors themselves have their own Risk Priority Number (RPN) each, as they are respectively 168, 144, and 108 value of RPN. The proposed improvements that given are adding some extra activities on the working instruction, especially on the raw material receiving section. The extra activities are checking the viability of the waste paper correctly and cleaning the ATS 21 machine's screen plate before starting the machining process. After the proposed improvements are implemented, the result of defection rate has been decreased by 2,49%, the DPMO has been decreased to 8293,2, and the sigma level has been increased to 3,896. Keyword : Six Sigma, DPMO, FMEA.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?