DETAIL KOLEKSI

Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Metode Statistical Process Control Dan Fuzzy Fmea Pada Proses Prodeksi Handlebar Xa-691 Di Pt.sebastian Jaya Metal


Oleh : Reni Susanti

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Ir.Andri Bagio

Subyek : Quality control;Evaluation methods;Materials testing;Management operations;Software engineering

Kata Kunci : Usulan, Perbaikan, Kualitas, Statistical Process, Control, Fuzzy FMEA, Proses Produksi Handlebar XA-


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06305048_Judul.pdf 1810.29
2. 2011_TA_TI_06305048_Abstrak.pdf 1173.77
3. 2011_TA_TI_06305048_Daftar-isi.pdf 2729.08
4. 2011_TA_TI_06305048_Bab1.pdf 1903.23
5. 2011_TA_TI_06305048_Bab2.pdf 9622.61
6. 2011_TA_TI_06305048_Bab3.pdf 2104.69
7. 2011_TA_TI_06305048_Daftar-pustaka.pdf 798.87
8. 2011_TA_TI_06305048_Lampiran.pdf 1335.2

P PT. Sebastian Jaya Metal merupakan salah satu industri yang memproduksi komponen otomotif. PT. Sebastian Jaya Metal bekerjasama dengan PT. Asno Horie Indonesia, PT. Suzuki Indomobil Motor, PT. Yamaha IND. Motor MFG, PT. Astra Otoparts, PT. Yutaka MFG Indonesia, PT. Indomatsumoto dan PT. Nusa Toyotetsu Corp. Dari komponen otomoitf yang dihasilkan PT. Sebastian Jaya Metal produk yang paling banyak diproduksi adalah handlebar )CA-691 pada bulan Agustus — Oktober 2010. Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa penyebab cacat, akibat dan control yang dilakukan untuk mengatasi cacat tersebut. Metode FMEA merupakan suatu aktivitas untuk mendeteksi dan menganalisa jenis kecacatan dan efek efek terhadap system secara keseluruhan. Logika fuzzy adalah suatu cars yang tepat untuk memetakan suatu ruang input kedalam suatu ruang output. Fuzzy FMEA adalah metode yang menggunakan variabel linguistic sebagai input untuk menjelaskan atau mempertimbangkan tiga criteria (0, S, D) dari tiap kegagalan yang terjadi. Berdasarkan basil perhitungan di lapangan, produksi handlebar masih menunjukan kapabilitas yang rendah. Selanjutnya dilakukan analisa penyebab cacat pada setiap proses dengan menggunakan FMEA. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penampilan fisik yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk mengetahui cacat yang terjadi, maka dilakukan wawancara dengan pihak perusahaan yang bertujuan untuk membantu dalam mengidentifikasi penyebab cacat, akibat dan control yang dilakukan terhadap carat yang terjadi. Berdasarkan 0, S dan D yang diperoleh maka dapat dihitung nialai RPN dengan mengalikan nilai 0, S dan D. selain itu juga dilakukan perhitungan dengan fuzzy toolbox matlab. Pada perhitungan dihasilkan satu kegagalan yang memiliki nilai lcategori high-very high, yaitu cacat undercut (FRPN = 619). Dad penyebab cacat ini, diberikan usulan perbaikan dengan harapan jumlah cacat dapat berkurang. Setelah usulan diberikan kepada perusahaan maka implementasi dapat dilakukan. Hasil dan implementasi yang telah ditetapkan adalah dengan nilai Cp dan Cpk nya sebesar 0,79 dan 0,731.

P PT. Sebastian Jaya Metal is one of the industries that produce automotive components. PT. Sebastian Jaya Metal cooperate with PT.. Horie Asno Indonesia, PT. Indoznobil Suzuki Motor, PT_ Yamaha IND. MFG Motor, PT. Astra Otoparts, PT. Yutaka MFG Indonesia, PT. Indomatsumoto and PT. Nusa Toyotetsu Corp.. Automotive components that PT. Sebastian Jaya Metal most widely produced are handlebar )CA-691 in August - October 2010. The goal of research in this thesis is to investigate and analyze the causes of disability, consequences and controls carried out to overcome these defects. FMEA method is an activity to detect and analyze the type of disability and effect - the effect on the overall system. Fuzzy logic is an appropriate way to map an input space into an output space. Fuzzy FMEA is a method that uses linguistic variables as inputs to explain or consider three criteria (0, 5, D) of each failure that occurs. Based_ on calculations is the fteld,_ production_ handlebar X&-69t still showed a tow capability. Subsequently analyzed the causes of defects in each process using FMEA. This is done to avoid the occurrence of physical appearance that does not correspond with the wishes of consumers. To determine the defect that occurs, then conducted interviews with the company that aims to assist in identifying the causes of disability, consequences and control carried out against defects that occur.. Based on the Of S and D are obtained, it can be calculated by multiplying the value of RPN 0, S and D. but it also made the calculation with matlab fuzzy toolbox. In the calculation of failure that has produced one high-value category very high, which undercut defects (FRPN ---- 619). Of the cause of this defect, given the proposed improvements with the hope of the number of defects can be reduced_ After the proposal was given to the company, the implementation can be done. The results of the implementation has been established is the value of Cp and Cpk of 0.79 and 0731 it.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?