DETAIL KOLEKSI

Peramalan Permintaan Arang Ogalit Dengan Jaringan Saraf Tiruan Pada Perusahaan Hu Heryadi Lavelansir Dan Pemilihan Sumber Energi Listrik Alternatif Berdasarkan Aspek Ekonomis


Oleh : Ahmad Husen

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Pudji Astuti

Subyek : Industrial management;System analysis;Linear programming;Forecasting;Quality control;Evaluation methods;Materials testing.

Kata Kunci : Charcoal ogalit, Demand forecasting. Artificial Neural Network, PLTMH, PLTS and Economic Aspect.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06306056_Judul.pdf 1621.4
2. 2011_TA_TI_06306056_Abstrak.pdf 1263.07
3. 2011_TA_TI_06306056_Daftar-isi.pdf 3541.52
4. 2011_TA_TI_06306056_Bab1.pdf 2030.94
5. 2011_TA_TI_06306056_Bab2.pdf 11026.17
6. 2011_TA_TI_06306056_Bab3.pdf 3128.65
7. 2011_TA_TI_06306056_Bab7.pdf 962.54
8. 2011_TA_TI_06306056_Daftar-pustaka.pdf 894.36
9. 2011_TA_TI_06306056_Lampiran.pdf 3308.83

K Kekurangan energi listrik yang terjadi di Jambi menjadi kendala HU Heryadi Levelansir produsen arang ogalit untuk dapat meningkatkan produksinya karena terjadi peningkatan permintaan dan perluasan pasar dimana pada saat ini sumber energi listrik yang digunakan berasal dan PT.PLN dan genset. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan sumber energi listrik baru bagi perusahaan untuk menambah kekurangan energi listrik yang terjadi. Metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) digunakan untuk membuat peramalan permintaan dengan data input yang digunakan yaitu data penjualan tahun 2008-2010. Sumber energi listrik baru yang diusulkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikorhidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kedua pembangkit listrik ini mulai berkembang seiring dengan semakin Iangkanya pasokan listrik khususnya daerah pedasaan dan juga besarnya potensi yang ada untuk kedua pembangkit tersebut. Pemilihan sumber listrik baru yang akan digunakan dilihat dari aspek ekonomi. Adapun jumlah dari hasil peramalan bulan Mei 2010 sampai dengan bulan April 2011 menggunakan JST adalah 1774,8 Ton dan hasil pemilihan sumber energi listrik alternatif berdasarkan aspek ekonomi yaitu pembuatan kedua proyek Iayak untuk dilaksanakan jika tidak terjadi perubahan harga jual dan biaya produksi selama 20 tahun. Akan tetapi jika dilakukan analisa sensitivitas den4an menaikan harga jual, biaya produksi, biaya perawatan dan operasional PLTMH, didaNkan nilai IRR untuk PLTMH 12%, PLTS 9% dimana nilai tersebut dibawah nilai MARR yang telah ditentukan. Meski demikian pembangunan PLTMH reth menguntungkan jika dilihat dan nilai NPW yang lebih besar dan periode pengembalian proyek yang lebih cepat dibandingan dengan pembangunan PLTS. Selain itu pembangunan PLTMH menggunakan sistem yang sederhana dan memiliki ketangguhan yang balk, ngga dapat diandalkan. Kata kunci : Arang ogalit, Peramala intaan, Jaringan Saraf Tiruan, PLTMH, PLTS dan Aspek Ekonomi.

E Electrical energy shortage that occurred in Jambi is a constraint HU Heryadi Levelansir ogalit charcoal producers to increase production because of increased demand and expansion of the market where the current source of electrical energy is derived from PT PLN and genset This study was conducted to provide the proposed new source of electrical energy for the company to increase the electrical energy shortage that occurred. Method of Neural Networks (ANN) is used to create a demand forecasting with input data used are sales data for the year 2008-2010. New sources of electrical energy which is proposed Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) and Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Both of these power plants began to grow along with the scarcity of electricity supply in particular areas and also the magnitude of the potential that exists for both the plant. Selection of a new power source that will be used be seen from the economic aspect. As for forecasting the number of results in May 2010 to April 2011 using ANN is 1774.8 tons and the selection results based on alternative sources of electrical energy that is the economic aspect of making both projects deserve to be implemented if there is no change in selling prices and cost of production for 20 years. However, if carried out sensitivity analysis by raising selling prices, production costs,PLTMH maintenance and operational costs, obtained the value of 12% IRR for the PLTMH, PLTS 9% where the value is below a predetermined value N1ARR. However PLTM development more profitable when viewed from a larger value of NPW and faster payback period compared with PLTS development. Besides the construction of PLTMH uses a simple system and has good toughness, so that reliable.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?