DETAIL KOLEKSI

Analisis Karakteristik Sampah Plastik Permukiman Kecamatan Tebet Dan Alternatif Pengolahannya


Oleh : Febrina Putri Arum P

Info Katalog

Nomor Panggil : .082.781

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : re.nat H. Widyatmoko

Pembimbing 2 : Pramiati Purwaningrum

Subyek : Plastic waste

Kata Kunci : Organic, non-organic, garbage, processing

T Tujuan studi ini adalah untuk meneliti sampah plastik di kecamatan Tebet berdasarkan polot project fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang pernah dimiliki oleh kecamatan ini. sampah platik termasuk sampah non organik yang tidak mudah terurai secara alami. Saat ini total timbulan sampah plastik di Indonesia mencapai 5,4 ton per tahun yakni 14% dari total jumlah sampah rumah tangga. Menurut data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), pada tahun 2014 sampah plastik di Jakarta mencapai 13% dari total sampah 6000 ton per hari. Sampah di Kecamatan Tebet terdiri dari 89,71% sisa makanan, dan sampah plastik sebanyak 5,50%. Sampah Plastik pada rumah permanen adalah 5,17% rumah semi permanen 5,89%, dan non permanen 5,45%. Sampah plastik tersebut terdiri dari 21% PET, 32%PP, dan 30% Other. Pengolahan sampah plastik sesuai jenisnya atau kode dapat mengurangi timbulan sampah secara signifikan. Jumlah sampah plastik yang dapat diolah menjadi bahan bakar mencapai 89%, pellet 100%, dan kerajinan tangan 92%. Ini berarti, bahwa pengolahan sampah plastik dapat mengurangi timbulan sampah di Kecamatan Tebet hingga 90%.

T The object of this research is to investigate the plastic waste in subdistric Tbet based on a pilot project of integrated waste management facility that this ever had. Plastic waste belongs to non organic waste, which can not be brocken down eacity in the nature. Cureently the total plastik waste generation in Indonesia reached 5,4 tons per year which is 14% of the total amount of domestic waste. According to yhe data from Eenvironmental Management Agency (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup darah), in 2014 the plastic waste in Jakarta reached 13% of total 6,000 tons of waste per day. The organic waste in the district of Tebet consist of 89,71% of junk food scraps and the non-organic waste consists of plastic 5.50%. The plastic waste from the permanent home is 5.17%, 5.89% semi-permanent home, and non-permanent home 5,45%. The plastic waste is classified into of 21% PET, 32 % PP and 30% Other. The plastic waster can be processed 89% into fuel, 100% into pellets and 92% can be used as a base material of handicrafts. This means, that the processing of plastic waste able to reduce the waste. The processing of plastic waste according to its kind or code is able to reduce 90% of total waste in subdistrict of Tebet.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?