DETAIL KOLEKSI

Desain Interior Museum Batik Solo Di Laweyan, Solo


Oleh : Lupita Prininta

Info Katalog

Nomor Panggil : 0005/DI/2015

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Azis Tirtaatmadja

Pembimbing 2 : Sangayu K. Laksemi

Subyek : Batik museums - Designs and plans;Batik museums - Decoration

Kata Kunci : interior design, batik museum, Solo


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. TA_DI_09110020_halamanjudul.pdf 75.25
2. TA_DI_09110020_Bab-1.pdf 40.18

T Tingginya tingkat kemajuan teknologi di Indonesia sering kali membuat masyarakat Indonesia melupakan warisan kebudayaannya sendiri. Keberadaan Museum dianggap cukup penting untuk meningkatkan apresiasi dan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya bangsanya sendiri.Museum dapat berfungsi sebagai salah satu media yang paling baik dan tepat untuk menyampaikan informasi, sekaligus menarik minat belajar masyarakat. Museum di Indonesia peran dan penampilannya kurang optimal sehingga kurang diminati dan kurang menarik bagi masyarakat umum khususnya generasi muda.Kota Solo memiliki beragam warisan kebudayaan dan tradisi yang tinggi dan agung, patut dilestarikan. Selain itu dengan adanya Program pemerintah MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang ingin mengangkat segi kreatif dari daerah di Indonesia, membuat Solo menjadi salah satu tempat wisata terbaik yang memiliki kebudayaan unik, salah satunya yaitu Batik Solo.Batik Solo memiliki paduan warna dan motif yang indah dengan makna mendalam bagi masyarakat Solo maupun Keraton. Keindahan batik tersebut harus terjaga keasliannya dan terawat agar dapat terus dinikmati oleh masyarakat. Peran desainer interior sangat besar dalam mendesain museum Batik Solo, karena museum ini tidak hanya harus dapat menyampaikan informasi tentang batik saja, namun juga memamerkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Batik asal Kota Solo : misalnya alat membatik, sejarah perkembangan Batik Solo, Keraton, dan lain-lain. Hal tersebut dapat diperhatikan melalui cara mendisplay yang benar tanpa merusak batik, sistem pencahayaan, sistem keamanan dan pencegahan dari kebakaran, hingga mencegah pencurian.Selain itu, Batik Indonesia merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia dan telah diakui dunia melalui UNESCO pada Oktober 2009. Batik juga bisa menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan negara lain. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia sebaiknya lebih mengenal dan ikut melestarikan batik

T The high rate of technological progress in Indonesia makes Indonesia people forget their own cultural heritage. The existence of Museum is considered quite important to escalate appreciation and public awareness for the cultural heritage of the nation itself.Museum can serve as one of best and right media to convey the information, at the same time to attract community for learning. The role and appearance of museums in Indonesia is not quite attractive to the general public, especially the younger generation.City of Solo has diverse cultural heritage and tradition of high and noble that should be preserved. In addition to the government MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) program willing to raise creativity aspects from regions in Indonesia, made Solo become one of the best tourism spot in view of the world with unique culture, among other is Batik Solo.Batik Solo has beautiful color and pattern blends with deep meaning for people of Solo and the Palace. The beauty and authenticity of batik should be maintained in order to be enjoyed by the communities. The role of interior designer is great in designing Batik Solo, because this museum not only should be able to pass on the information about batik but also to maintain and preserve it. This can be observed through displaying correctly without damaging batik, lighting system, security system and preventing from fire, and avoiding theft.In addition, Batik Indonesia is one of Indonesia’s worldwide cultural heritages and recognized through UNESCO on October 2009. Batik could also be a cultural bridge between and other countries. Therefore, as Indonesian society we had better be more familiar and participate in preserving batik

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?