DETAIL KOLEKSI


Aspek Hukum Malapraktik Medis (studi Pustaka)


Oleh : Astari Budi

Info Katalog

Nomor Panggil : 174.2 BUD a

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : dr. Danny Wiradharma, SH., MS.

Subyek : Legal Aspects - Medical Malpractice

Kata Kunci : medical practice, legal consequences , decision No. 352 PK / Pdt / 2010, decision No. 455 K / Pid /


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2015_TA_KG_04011021_Halaman-Judul.pdf 1654.43 (KB)
2. 2015_TA_KG_04011021_Bab-1.pdf 581.04 (KB)
3. 2015_TA_KG_04011021_Bab-2.pdf 745.35 (KB)
4. 2015_TA_KG_04011021_Bab-3.pdf 580.52 (KB)
5. 2015_TA_KG_04011021_Bab-4.pdf 569.49 (KB)
6. 2015_TA_KG_04011021_Daftar-Pustaka.pdf 623.74 (KB)

P Praktek kedokteran yang merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan sepatutnya dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar profesional yang berlaku sehingga dapat memberikan manfaat kepada penerima pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan hukum bagi dokter yang menyelenggarakan praktik kedokteran. Namun dalam prakteknya, masih banyak ditemukan dokter yang karena kesengajaan maupun kelalaiannya, melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan standar profesional praktik kedokteran yang berlaku. Selain membawa konsekuensi hukum bagi dokter yang bersangkutan, tindakan tersebut juga dapat membawa konsekuensi hukum kepada rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan tempat dokter melaksanakan praktik kedokteran. Putusan No. 352 PK/Pdt/2010 dan Putusan No. 455 K/Pid/2010 yang pada intinya memutus mengenai konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada dokter dan juga rumah sakit, baik secara pidana maupun secara perdata. Dalam Putusan No. 352 PK/Pdt/2010, Majelis Hakim Peninjauan Kembali dari Mahkamah Agung menguatkan putusan judex juris yang memutus bahwa tindakan rumah sakit yang tidak mau memberitahukan nama dokter yang melakukan operasi mata yang justru mengakibatkan Penggugat mengalami kebutaan, sebagai tindakan melawan hukum. Dalam Putusan No. 455 K/Pid/2010, Majelis Hakim Kasasi menyatakan seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan bersalah karena kelalaiannya menyebabkan pasien in casu mengalami luka-luka.

M Medical practice is the core of various activities in the implementation of health measures duly executed in accordance with legislation and applicable professional standards to provide health care benefits to recipients and provide legal protection for doctors who administer medical practice. But in practice, there are still many doctors are due to deliberate action or negligence, violation of laws, regulations and professional standards prevailing medical practice. In addition to the legal consequences for the doctor concerned, such action can also carry legal consequences to the hospital as a health care institution where doctors perform medical practice. Decision No. 352 PK / Pdt / 2010 and Decision No. 455 K / Pid / 2010 which basically decide the legal consequences that can be imposed on doctors and hospitals, both criminally and civilly. In Decision No. 352 PK / Pdt / 2010, the judges upheld the ruling reconsideration Judex juris who decide that the action of hospitals who does not tell the name of the doctor who perform eye surgery that actually resulted in Plaintiff suffered blindness, as an unlawful act. In Decision No. 455 K / Pid / 2010, the judges of appeal stated that the gynecologist is guilty of criminal negligence causing patients in casu injured.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?