DETAIL KOLEKSI

Penelitian Mengenai Pengaruh Kontaminasi Mineral Clay Jenis Illite & Kaolinite Terhadap Zat Additive Shale Control Dalam Menanggulangi Shale Problem Di Laboratorium Pemboran Pppmtgb Lemigas.


Oleh : Muhammad Nizar Abdi

Info Katalog

Nomor Panggil : 425/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Rizky Akbar

Subyek : Additive

Kata Kunci : Zat additive


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07112144_Halaman-judul.pdf 946.93
2. 2015_TA_TM_07112144_BAB-I.pdf 87.87
3. 2015_TA_TM_07112144_BAB-II.pdf 694.45
4. 2015_TA_TM_07112144_BAB-III.pdf 462.86
5. 2015_TA_TM_07112144_BAB-IV.pdf 961.69
6. 2015_TA_TM_07112144_BAB-V.pdf 102.67
7. 2015_TA_TM_07112144_BAB-VI.pdf 86.19
8. 2015_TA_TM_07112144_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 158.68
9. 2015_TA_TM_07112144_LAMPIRAN.pdf 3370.47

P Pada penelitian yang dilakukan di laboratorium pemboran PPPMTGB LEMIGAS ini akan dikaji mengenai perbandingan zat additive shale control dalam mengurangi resiko-resiko tersebut. Ada beberapa jenis mineral clay antara lain adalah Monmorilonite, illite, kaolinite, attapulgite dan mixed-layer clay. Terdapat lima jenis additive shale control yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Soltex, PHPA, Glikolamine, Polyamine, dan KCl. Dari kelima zat additive di atas akan membandingkan diantara additive shale control dan lumpur awal tanpa additive shale control untuk mengurangi masalah pada mineral clay jenis kaolinite dan illite.Setelah dilakukan pengujian pada linear swell meter yaitu sebuah alat untuk melihat pengaruh mineral clay terhadap lumpur pemboran. Hasilnya terjadi penurunan terhadap daya serap mineral kaolinite dan illite dibandingkan dengan hanya menggunakan air murni, lumpur tanpa zat additive shale control cenderung dapat mengurangi pengembanganya, bahkan lebih baik dibandingkan dengan lumpur menggunakan zat additive shale control. Namun zat additive Additive shale control Kcl lebih direkomendasikan karena hasil running linear swell meter yang tidak berbeda jauh dengan lumpur tanpa zat additive, tetapi mampu mempertahankan rheologi pada saat terjadi kontaminasi dari clay kaolinite & Illite. Additive Kcl ini direkomendasikan untuk temperature rendah pada sumur-sumur minyak.

I In research conducted in the laboratory PPPMTGB LEMIGAS drilling will be assessed on a comparison substance shale control additive in reducing these risks. There are several types of clay minerals include Monmorilonite, illite, kaolinite, attapulgite and mixed-layer clay. There are five types of shale control additive used in this study is Soltex, PHPA, Glikolamine, polyamine, and KCl. Of the five other additives above will compare between shale control additive and without additive shale initial sludge control to reduce problems in the clay mineral kaolinite type and illite.Setelah conducted testing on linear swell meter is a tool to see the impact of the drilling mud clay mineral. The result is a decrease in the absorption of the mineral kaolinite and illite compared to only using pure water, mud without substance shale control additive tend to reduce its development, even better than the mud using shale control additive substances. However, other additives Polymer additives, shale control KCL more recommended because the results of running linear swell meter is not much different from the mud without other additives, but is able to maintain rheological in the event of contamination of kaolinite and illite clay. KCL Polymer Additive is recommended for low temperature in the wells.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?