DETAIL KOLEKSI

Efektivitas Anti Fungal Nano Kitosan Dari Eksoskeleton Kumbang Tanduk (xylotrupes Gideon L) Terhadap Candida Albicans (in Vitro) (laporan Penelitian)


Oleh : Nazmah

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 NAZ e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Komariah, S.Si., M.Biomed

Subyek : Antifungal Activity - Nano Chitosan Antifungal Effect

Kata Kunci : nano chitosan, C.albicans, diffusion method


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011162_Halaman-Judul.pdf 2094.94
2. 2015_TA_KG_04011162_Bab-1.pdf 624.21
3. 2015_TA_KG_04011162_Bab-2.pdf 833.29
4. 2015_TA_KG_04011162_Bab-3.pdf 682.28
5. 2015_TA_KG_04011162_Bab-4.pdf 705.38
6. 2015_TA_KG_04011162_Bab-5.pdf 1066.41
7. 2015_TA_KG_04011162_Bab-6.pdf 698.63
8. 2015_TA_KG_04011162_Bab-7.pdf 607.84
9. 2015_TA_KG_04011162_Daftar-Pustaka.pdf 683.45
10. 2015_TA_KG_04011162_Lampiran.pdf 2583.63

N Nano kitosan merupakan hasil modifikasi fisik dari kitosan yang umumnya berasal dari cangkang hewan laut, namun juga terdapat dalam eksoskeleton serangga. Kitosan merupakan polimer alam yang dapat berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, termasuk C.albicans. Dalam penelitian ini digunakan kitosan dari eksoskeleton kumbang tanduk (Xylotrupes gideon L). Tujuan penelitian ini untuk menguji daya hambat nano kitosan terhadap pertumbuhan C.albicans. Efek antifungal yang dihasilkan nano kitosan konsentrasi 3000 ppm terhadap pertumbuhan C.albicans diuji dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Nano kitosan diencerkan menjadi masingmasing kelompok konsentrasi yaitu 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm dan 250 ppm. Zona hambat yang terbentuk pada masing-masing kelompok konsentrasi berbeda. Diameter zona hambat yang terbesar terdapat pada konsentrasi nano kitosan 3000 ppm dengan rata-rata 22,69 mm, dan diameter yang terkecil terdapat pada konsentrasi nano kitosan 250 ppm dengan rata-rata 12,35 mm. Terdapat efektifitas yang berbanding terbalik antara konsentrasi nano kitosan dengan pertumbuhan C.albicans.

N Nano chitosan is physical modification from chitosan that came from the shells of marine animals, but also found in the exoskeletons of insects. Kitosan is natural polymer that can decrease bacterial and fungal growth including C.albicans. In this study used the chitosan from exoskeletons of rhinoceros beetle (Xylotrupes gideon L). The purpose of this study to determine the inhibition of the growth of nano chitosan C.albicans. Nano chitosan antifungal effect from 3000 ppm concentration was tested by diffusion method with paper , then Nano chitosan had been reduced various concentration from 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm, until 250 ppm. Inhibition zone from each concentration was different depending from nano chitosan concentration. The widest inhibition zone was 3000 ppm concentration with average diameter was 22.69 mm, and the narrowest inhibition zone at nano chitosan at 250 ppm concentration with average diameter was 12,35 mm. There is an inverse relationship between nano chitosn concentration with inhibition of C.albicans growth.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?